Pakenoq Tawai, Jembatan Antargenerasi di Kutai Timur

by
2 November 2025
62 views

SANGATTA – Di tengah gempuran budaya modern, acara adat Pakenoq Tawai menjadi napas yang menjaga warisan nenek moyang agar tidak punah ditelan zaman. Tradisi tersebut merupakan perayaan identitas yang selalu hidup. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, melalui dinas-dinas terkait, memedulikan acara ini sebagai bagian meningkatkan kualitas generasi muda.

“Budaya Dayak Kenyah ini harus terus dilestarikan, karena di dalamnya tersimpan nilai-nilai luhur tentang keberanian, cinta, dan kebersamaan,” hal tersebut diungkapkan Bupati Kutai Timur Ardiansyah ketika membuka acara. Menurutnya, perhatian pemerintah kabupaten terhadap acara ini adalah komitmen untuk mendorong pembangunan kualitas manusia di Kutim.

Kehadiran tokoh-tokoh adat, seperti Kepala Desa Sangkima dan Ketua Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Bem, dalam setiap penyelenggaraan Pakenoq Tawai menunjukkan kekuatan acara ini menjadi perekat sosial yang kuat. Selain itu, acara ini berfungsi sebagai wahana edukasi publik yang hidup, yang mampu menjembatani generasi tua dan muda. Sehingga ada ruang dialog antargenerasi yang memungkinkan warisan budaya berkembang.

Pakenoq Tawai yang kerap dihelat di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 17 itu identik dengan kemeriahan dan nuansa adat yang kental. Salah satu momen yang ikonik adalah penampilan memukau dari Tari Laki Demanei, tarian yang menceritakan drama tentang cinta sejati, kesetiaan, dan keberanian. Dalam tarian tersebut kita menemukan kisah heroik sepasang kekasih yang berjuang mempertahankan cintanya, metafora sempurna untuk nilai-nilai luhur yang ingin ditanamkan kepada generasi penerus.

Sebagai perayaan nilai-nilai bersama, Pakenoq Tawai sangatlah penting untuk terus dilestarikan. Konsistensi penyelenggaraan berarti nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan kisah-kisah heroik dapat ditransmisikan ke generasi berikutnya. Dengan demikian, warisan nenek moyang tetap terjaga dan menjadi memori kolektif masyarakat Kutai Timur.(ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Sinergi Pemkab dan Bea Cukai Buka Akses Pasar Global untuk UMKM

Next Story

Sinergi Kutim Tekan Unmet Need dan Stunting