APBD 2025 Dinilai Belum Maksimal Sentuh Kebutuhan Medis di Daerah Terpencil

by
6 November 2025
648 views

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur Akhmad Sulaeman menyoroti alokasi anggaran tahun 2025 untuk daerah-daerah, khususnya kawasan terpencil. Menurutnya, meski anggaran telah dialokasikan, beberapa daerah pelosok masih menghadapi tantangan mendasar dalam layanan kesehatan.

Dijelaskan, sejumlah daerah masih mengalami kekurangan tenaga medis serta sarana dan prasarana penunjang. Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Sandaran yang menurutnya memerlukan perhatian serius.

“Tentu saja dengan anggaran yang sudah di 2025 ini kan kita sudah melihat anggaran-anggaran yang diperuntukan ke daerah-daerah khususnya daerah terpencil ya, seperti pelosok. Yah, ada beberapa daerah yang harusnya ada tenaga medis, namun kekurangan tenaga medis. Bukan hanya itu, pelosok pun masih kekurangan sarana dan prasarana,” papar Sulaeman.

Polikus Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan 5 itu menekankan bahwa Kecamatan Sandaran membutuhkan minimal dua pusat keseharan masyarakat untuk menjangkau masyarakat di wilayah itu karena kondisi geografisnya yang menantang. Kebutuhan serupa juga dialami oleh daerah lain, seperti Desa Pangadan, Kecamatan Karangan, yang memiliki jumlah penduduk besar dan letaknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Jarak yang jauh menjadi kendala utama bagi akses kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

“Ini ada beberapa usulan pada saat saya reses, nah mereka juga di daerah khususnya kaya Pangadan itukan penduduknya jumlahnya sangat besar, batasnya kedaerah karanga juga jauh ya, jadi juga membutuhkan pelayanan medis,” tutupnya.

Ia melanjutkan, “Seperti di Sandaran, itu ‘kan, sudah saya katakan sejak awal bahwa wilayah itu membutuhkan puskesmas. Minimal ada dua puskesmas di situ karena geografisnya yang memang membutuhkan. Sama juga di Karangan, butuh dua puskesmas di kecamatan ,” jelasnya.  (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

APBD-P Kutai Timur 2025 Tembus Rp 9,475 Triliun, DPRD Soroti Tantangan Penyerapan

Next Story

Shabaruddin Soroti Kondisi Memprihatinkan Sarana Pendidikan di Daerah Terpencil

Don't Miss