Shabaruddin Soroti Kondisi Memprihatinkan Sarana Pendidikan di Daerah Terpencil

by
6 November 2025
691 views

Sangatta – Soal sarana dan prasarana pendidikan di daerah terpencil, Shabaruddin, legislator Kutai Timur dari Partai Gelombang Rakyat Indonesia itu turut prihatin. Meski alokasi anggaran pendidikan sudah ditetapkan sebesar 20 persen dari APBD dipenuhi di Kutim, masalah infrastruktur pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah serius.

“APBD kita ya, 20 persen untuk pendidikan. Dan ini Alhamdulillah masih berjalan,” ujarnya. Namun ia menekankan masalah sarana prasarana, khususnya penambahan ruang kelas baru di pelosok, masih membutuhkan perhatian lebih.

Berdasarkan pemantauan dirinya selama reses, ditemukan berbagai kondisi memprihatinkan. “Masih banyak sekolah-sekolah yang dinding, atap, bahkan lantainya jebol,” tuturnya. Keluhan paling sering dari sekolah-sekolah terkait ketidaklayakan fasilitas pendidikan.

Temuan terbaru menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. “Terakhir saya reses September lalu, saya mendapatkan salah satu sekolah kelasnya rusak, lantai jebol. Kemudian di daerah lainnya, sekolahnya tidak punya WC,” papar Shabaruddin.

Permasalahan akses pendidikan juga turut disoroti. Ia menilai banyak masyarakat di desa harus menempuh jarak jauh ke sekolah. Karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk segera menangani berbagai masalah infrastruktur pendidikan ini, guna menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi seluruh pelajar di Kutai Timur.

“Kami akan terus mendorong perbaikan sarana pendidikan sebagai prioritas utama,” tegas Shabaruddin seraya mengatakan perbaikan infrastruktur dasar seperti ruang kelas dan fasilitas sanitasi menjadi pondasi penting untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Meskipun kondisi yang diungkapkan memprihatinkan, tambahnya, justru menjadi langkah awal yang positif menuju perbaikan menyeluruh. Perhatian khusus dari DPRD terhadap pendidikan di daerah terpencil menunjukkan komitmen yang kuat untuk pemerataan kualitas pendidikan.

Komitmen ini diharapkan dapat memicu percepatan pembenahan di berbagai sekolah yang membutuhkan. Dengan adanya perhatian khusus ini, diharapkan seluruh anak di Kutai Timur, baik di pusat kota maupun daerah terpencil, dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

APBD 2025 Dinilai Belum Maksimal Sentuh Kebutuhan Medis di Daerah Terpencil

Next Story

Terkait Beasiswa, Anggota Komisi D DPRD: Ada Skala Prioritas

Don't Miss