Pemkab Kutim Gelar GPM, Pastikan Harga Stabil dan Aman

by
22 November 2025
596 views

SANGATTA – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat, program ini diharapkan menekan harga di pasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“GPM bukan hanya sekadar intervensi pasar, tetapi juga wujud nyata dari sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, kepolisian, Bulog, dan Pemerintah Provinsi Kaltim,” ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor.

Pelaksanaan GPM di Kutim dilakukan serentak di sejumlah titik strategis. Menurut Noviari, di Kutim dipusatkan di tiga titik, yaitu Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan satu titik tambahan dari Dinas Perindagkop Provinsi di depan Kantor Camat Sangatta Selatan. Semua titik ini menyalurkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Di Sangatta Utara, distribusi sembako dipusatkan di Polder Ilham Maulana dengan alokasi sekitar empat ton beras, satu ton minyak goreng, dan satu ton gula pasir. Sementara itu, di Sangatta Selatan, penyaluran dilakukan secara mobile oleh jajaran Polres Kutim dengan total distribusi mencapai tujuh ton beras. Selanjutnya, di titik ketiga merupakan program terpisah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kaltim yang turut menyalurkan sembako dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

Paket sembako yang disediakan dalam program GPM kali ini terdiri dari lima kilogram beras SPHP, satu liter minyak goreng, dan satu kilogram gula pasir yang dijual dengan harga Rp102 ribu per paket, jauh lebih rendah dari harga pasar. Noviari menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas data Kementerian Pertanian dan Bulog yang mencatat stok beras nasional masih mencukupi hingga akhir tahun.

Noviari mengingatkan bahwa GPM bukan soal bagi-bagi sembako, tetapi soal menjamin stabilitas sosial dan ekonomi. Langkah-langkah pengendalian seperti ini tetap diperlukan untuk menjaga situasi tetap kondusif, terutama menjelang akhir tahun. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab Kutim Pastikan Skema MYC Berjalan Bertahap Demi Stabilitas Keuangan Daerah

Next Story

Baznas Apresiasi Kutim sebagai Daerah Terdepan Digitalisasi Zakat