Lulusan STPN Jadi Aset Kutim dalam Penguatan SDM Pertanahan

by
6 November 2025
520 views

YOGYAKARTA – Tiga belas taruna asal Kabupaten Kutai Timur belum lama ini diwisuda di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, dalam program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadasteral. Mereka merupakan peserta program tugas belajar Pemkab Kutim dengan STPN Yogyakarta yang dimulai sejak 2015, sebagai strategi menyiapkan tenaga profesional pertanahan dari putra-putri daerah.

Upacara wisuda yang dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Ossy Dermawan itu menjadi momentum penting bagi Kutim dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang profesional, akurat, dan berpihak pada masyarakat. Bagi Kutim, lulusan STPN memegang peran strategis. Kabupaten dengan wilayah luas dan kompleksitas persoalan agraria membutuhkan tenaga pemetaan dan pengukuran kadasteral yang andal.

Program tugas belajar tersebut mulai digagas sejak tahun 2013. Ardiansyah Sulaiman, saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi Bupati Isran Noor. Bersama Rizali Hadi, yang kala itu menjabat Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten, lahirlah gagasan untuk menyiapkan tenaga profesional pertanahan dari putra-putri daerah.

Gagasan itu mulai diwujudkan pada 2015 dan hingga kini telah melahirkan tiga angkatan lulusan. Wisuda ketiga ini bukan hanya menandai capaian akademik, melainkan juga mengukuhkan komitmen Pemkab Kutim dalam membangun sumber daya manusia yang mumpuni.

“Diharapkan lulusan STPN nantinya dapat mengabdi dan berkontribusi positif terhadap upaya pemerintah daerah dalam menata administrasi pertanahan, serta menjadi daya dukung suksesi 50 program Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur,” ujar Plt. Asisten Pemkesra Seskab Kutim, Trisno.

Dari belasan wajah bahagia wisudawan, Durry Hanan, taruni asal Kecamatan Sangatta Utara, dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarganya, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan investasi pendidikan jangka panjang yang telah dilakukan Pemkab Kutim.

Hadirnya Durry Hanan dan rekan-rekannya menjadikan Kutim tak hanya memiliki lulusan, tetapi juga aset pengetahuan yang siap kembali untuk mengabdi. Dari gagasan satu dekade lalu, program ini menghasilkan sumber daya manusia daerah yang nantinya dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

RPPLH: Arah Kutai Timur 30 Tahun ke Depan

Next Story

Kutim Susun Dokumen Kontingensi Banjir, Perkuat Respons Darurat dan Mitigasi