JAKARTA – Keberhasilan meraih penghargaan sebagai pengumpul zakat terbanyak tidak membuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) cepat berpuas diri. Prestasi tersebut justru melecut semangat untuk berkembang lebih baik lagi. Salah satu langkah untuk mengembangkan diri adalah berkolaborasi dengan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis nilai-nilai keislaman.
Penandatanganan nota kesepahaman merupakan tindak lanjut kunjungan IIQ ke Kutim beberapa waktu lalu, dan menandai komitmen jangka panjang kedua lembaga dalam mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kapasitas, literasi, serta profesionalisme pengelolaan zakat di tingkat daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan dukungannya terhadap program kerja sama tersebut. Ardiansyah menceritakan pengalamannya saat tim MTQ Kutim mendapatkan pelatihan dari pelatih nasional, yang menunjukkan bahwa berkolaborasi dengan pihak profesional akan memberikan hasil yang luar biasa.
Bupati Ardiansyah juga berharap BAZNAS Kutim tidak hanya bergantung pada zakat dari ASN, tetapi juga memperluas jangkauan pengumpulan ke sektor perusahaan.
“Tantangan bagi BAZNAS untuk melebarkan, tidak hanya ASN, tapi perusahaan juga,” ujar Ardiansyah.
Rektor IIQ Jakarta, Nadjmatul Faizah, dalam sambutannya memperkenalkan IIQ Jakarta sebagai pesantren usia kampus yang telah berkiprah selama 45 tahun. Dengan fokus utama pada Ulumul Qur’an dan Tahfiz, IIQ Jakarta secara khusus mendidik sarjana perempuan. Selain itu, IIQ juga menawarkan berbagai program studi seperti Hukum Ekonomi Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam, serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, mengungkapkan ketertarikannya terhadap berbagai jurusan, fakultas, mata kuliah, dan fasilitas yang ditawarkan oleh IIQ Jakarta. “Kami sangat tertarik setelah melihat IIQ dari jurusan, fakultas, mata kuliah, dan fasilitas lainnya,” kata Masnip.
Kesepakatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keagamaan di Kutim. Selain itu, sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga sosial keagamaan akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. (ADV/ProkopimKutim/KP)