Mahyunadi: MBG Fondasi Generasi Emas 2045

by
7 November 2025
527 views

SANGATTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak ingin sekedar memastikan para siswa mendapatkan makanan gratis, tetapi juga berkualitas dan memiliki kandungan gizi yang memadai untuk tumbuh kembang mereka. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen kuat terhadap aspek higienitas dan kualitas nutrisi dari setiap menu yang sampai kepada siswa.

Wakil Bupati Mahyunadi menyatakan hal tersebut ketika meresmikan beroperasinya Satuan Pemenuhan Pangan Bergizi (SPPG) APT Pranoto. Peluncuran SPPG turut disaksikan oleh Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran para pemangku kepentingan itu memperkuat pesan penting, penyediaan makanan bergizi merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun generasi emas 2045.

“Setelah melakukan room tour di SPPG APT Pranoto kami melihat bahwa mereka telah menerapkan prosedur yang ketat dan transparan dari hulu ke hilir sampai ke siswa. Kita ingin anak-anak Kutim tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Inilah fondasi penting untuk melahirkan generasi emas yang siap bersaing di masa depan. Program MBG ini harus dibarengi dengan evaluasi secara berkala untuk mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan siswa,” tegas Mahyunadi.

SPPG APT Pranoto menjadi pilot project pelayanan MBG di Kecamatan Sangatta Utara. Sebanyak 1.812 siswa di empat sekolah, termasuk TK Starkid dan SD Star Generation, menjadi penerima manfaat. Dari sisi teknis, pelaksanaan program ini melibatkan Yayasan Perisai Amanah Mandiri, mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua yayasan, Niko, menjelaskan bahwa seluruh rantai produksi makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, mengikuti standar keamanan pangan dan SOP higienis.

“Pemilihan bahan dilakukan bersama pemasok terverifikasi yang memenuhi standar keamanan dan kebutuhan gizi. Setiap bahan masuk diperiksa kualitasnya. Proses pengolahan dilakukan tenaga terlatih sesuai pedoman sanitasi, termasuk pengecekan suhu masak dan kebersihan alat,” ujar Niko.

Pelaksanaan MBG di Kutim ini menunjukkan bagaimana program dijalankan dengan mengutamakan kepentingan para siswa. Sehingga perlu kehati-hatian dalam pelaksanannya. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bupati Apresiasi MoU STIPER Kutim dengan Pemerintah dan Dunia Usaha

Next Story

STIPER Kutim Mantapkan Langkah Jadi Universitas Kebanggaan Daerah