Dr. Novel Paembonan Desak Pemerintah Tingkatkan Dukungan Sarana Pertanian dan Lindungi Petani

by
13 November 2025
613 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, menyoroti perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap sektor pertanian. Menurutnya, meski potensi pertanian di Kutai Timur sangat besar, dukungan nyata kepada petani masih minim sehingga program ketahanan pangan nasional sulit terlaksana secara optimal.

“Pemerintah harus pastikan petaninya jelas, programnya jelas, baru kita bisa bicara hasil. Kalau tidak, semua rencana hanya di atas kertas,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu masalah utama adalah lemahnya koordinasi antarinstansi terkait pertanian. Banyak petani yang mendapat instruksi menanam berbagai komoditas, tetapi tidak diiringi penyediaan sarana yang memadai. Contohnya, program penanaman padi yang digalakkan pemerintah daerah belum dibarengi penyediaan pupuk dan alat pertanian yang cukup.

“Petani disuruh tanam padi, tapi pupuknya tidak ada, alatnya terbatas. Bagaimana mereka bisa sukses?” kritiknya.

Selain itu, dr. Novel menekankan pentingnya pendampingan teknis dan perlindungan harga hasil panen. Menurutnya, instruksi atau program tanpa dukungan nyata di lapangan tidak akan berdampak signifikan pada kesejahteraan petani.

“Kalau fasilitas lengkap, petani bisa bekerja optimal. Ini bukan soal formalitas, tapi soal kesejahteraan mereka,” lanjutnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah segera memperjelas data petani dan kelompok tani di setiap kecamatan. Dengan data yang akurat, penyaluran bantuan dan program pertanian bisa tepat sasaran.

“Data yang akurat itu kunci. Tanpa itu, program bisa salah sasaran. Ini soal keadilan bagi petani, bukan sekadar angka di laporan,” tegasnya.

Dr. Novel menegaskan, dukungan pemerintah terhadap pertanian harus bersifat konkret dan berkelanjutan. Penyediaan pupuk, alat pertanian, dan pendampingan teknis adalah langkah awal, tetapi perlu dilanjutkan dengan strategi yang lebih luas, termasuk pembinaan dan perlindungan pasar bagi produk pertanian.

Ia berharap, pemerintah daerah memperhatikan sektor pertanian secara menyeluruh sehingga Kutai Timur dapat menjadi contoh daerah yang berhasil meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kalau petani kita sejahtera dan didukung penuh, hasilnya bukan hanya untuk mereka, tapi untuk seluruh masyarakat Kutai Timur,” pungkasnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab Kutim Siapkan Rencana Skema Kontrak Tahun Jamak Senilai Rp 2,1 Triliun

Next Story

dr. Novel Paembonan Dorong Pemkab Kutim Percepat Pembangunan Infrastruktur Air Bersih di Desa Terpencil