Legislator PKS Kutim Soroti Kesiapan OPD: “Silpa Tinggi Bukti Perencanaan Belum Matang”

by
21 November 2025
560 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com — Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Ardiyansyah, menyoroti persoalan klasik penyebab Silpa tinggi di daerah, yakni lemahnya kesiapan administrasi dan perencanaan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menilai, efektivitas anggaran hanya bisa tercapai jika OPD bekerja secara matang dan terukur sejak awal.

Ia mengatakan, salah satu penyebab Silpa tinggi di tahun-tahun sebelumnya adalah minimnya kesiapan dalam pelaksanaan kegiatan, terutama pada tahap administrasi dan perencanaan. “Kalau program belum siap, jangan dipaksakan. Lebih baik menolak anggaran daripada tidak terserap,” ujarnya.

Menurut Ardiyansyah, beberapa OPD menunjukkan sikap profesional dengan menolak tambahan anggaran karena belum siap secara teknis. “Kami senang dengan itu. Artinya mereka realistis dan tidak mau menanggung risiko anggaran mengendap,” katanya.

Ia juga menegaskan, DPRD Kutim akan terus memantau progres pelaksanaan kegiatan agar penggunaan APBD 2025 berjalan efektif. “Tahun ini waktunya masih cukup panjang. Tidak ada alasan Silpa tinggi lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ardiyansyah mengingatkan agar OPD fokus pada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Kita ingin anggaran benar-benar berpihak pada rakyat. Jangan ada yang menguap tanpa hasil,” katanya.

Ia menjelaskan, Silpa pada tahun-tahun sebelumnya seringkali muncul akibat lemahnya koordinasi dan keterlambatan administrasi proyek. Karena itu, DPRD Kutim berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap serapan anggaran setiap triwulan.

“Kita ingin setiap program berjalan sesuai rencana, jangan sampai ada dana yang mengendap,” tegas politisi PKS itu.

Ardiyansyah menambahkan, langkah sebagian OPD yang menolak penambahan anggaran patut diapresiasi karena menunjukkan sikap realistis. “Daripada terima anggaran besar tapi gagal melaksanakan kegiatan, lebih baik fokus pada yang sudah siap,” katanya.

Ia menegaskan, tahun ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki pola kerja dan memastikan APBD benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. “Kita ingin tahun ini serapan habis, manfaat terasa, dan Silpa bisa ditekan serendah mungkin,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Shabaruddin Dorong Pemkab Kutim Sediakan Bus Sekolah untuk Siswa di Pelosok

Next Story

Ardiyansyah Apresiasi OPD yang Realistis: “Lebih Baik Tolak Tambahan Anggaran daripada Gagal Serap”