Pandi Widiarto: Kolaborasi Jadi Kunci Membangun Kutim yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

by
21 November 2025
496 views

 

Kutai Timur, Kaltimpoint.com — Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa semangat kolaborasi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Menurutnya, momentum HUT ke-26 Kutim harus menjadi titik refleksi untuk memperkuat kerja sama lintas sektor demi kemajuan daerah.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat tersebut, berbagai kemajuan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Perayaan HUT Kutim ini bukan sekadar seremoni. Ini momentum untuk melihat sejauh mana kita sudah berjalan, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana menjaga komitmen agar pembangunan terus berjalan,” ujarnya.

Pandi menilai capaian pembangunan yang telah diraih Kutim selama dua dekade lebih tidak boleh membuat masyarakat berpuas diri. Ia mendorong agar seluruh pihak menjadikan usia ke-26 ini sebagai waktu untuk memperkuat tekad dan memperbaiki sektor-sektor yang masih tertinggal, termasuk pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik.

“Kita sudah lihat banyak kemajuan, tapi masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Semangat kolaborasi itu jangan sampai hilang,” tambahnya.

Politisi Demokrat tersebut juga mengajak masyarakat untuk menanamkan rasa memiliki terhadap daerah, sebab keberhasilan pembangunan tak bisa hanya bergantung pada pemerintah. “Kutim ini rumah kita semua. Kalau semua merasa memiliki, maka semangat membangunnya akan lebih kuat,” tuturnya.

Pandi menilai bahwa potensi generasi muda di Kutai Timur sangat besar, terlebih dengan perkembangan teknologi dan peluang digitalisasi yang semakin terbuka. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan kerja keras, kedisiplinan, serta semangat kolaboratif agar benar-benar memberi dampak nyata.

“Anak muda Kutim harus berani mengambil peran, bukan hanya menonton jalannya pembangunan. Di tangan mereka masa depan daerah ini bisa lebih maju,” katanya menegaskan.

Ia juga mengingatkan agar semangat kebersamaan tidak luntur di tengah dinamika zaman. Momentum HUT ke-26 diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pembangunan. “Mari jadikan momen ini sebagai awal dari gerakan bersama membangun Kutim yang lebih baik,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Ardiyansyah Apresiasi OPD yang Realistis: “Lebih Baik Tolak Tambahan Anggaran daripada Gagal Serap”

Next Story

Pandi Widiarto: Persikutim United Harus Jadi Simbol Semangat dan Kebanggaan Kutai Timur