Kutim Mantapkan Strategi Digitalisasi Daerah Lewat Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

by
13 November 2025
517 views

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah tegas menuju pembangunan digital berkelanjutan dengan menggandeng akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pemerintah daerah menargetkan penyusunan Masterplan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terukur dan berbasis data untuk memperkuat fondasi digitalisasi di seluruh wilayah Kutim.

Penyusunan masterplan ini dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, beberapa hari lalu. FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, dan dihadiri unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan dari PLN, Telkom, Telkomsel, dan Indosat. Kegiatan ini menandai sinergi awal antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri telekomunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar, menjelaskan bahwa masterplan TIK akan menjadi pedoman strategis dalam pelaksanaan 50 program prioritas pemerintah daerah. Dokumen ini diharapkan tidak hanya menjadi rencana, tetapi juga alat pengendali kebijakan, memastikan setiap belanja dan program digital terarah, efisien, dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Dengan dukungan FMIPA UNY, rancangan masterplan ini memiliki basis ilmiah yang kuat. Kami ingin mengubah pola kerja dari berbasis proyek menjadi berbasis sistem dan hasil, sehingga pembangunan digital dapat dievaluasi secara objektif,” kata Ronny.

Wakil Bupati Mahyunadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan arah pembangunan digital Kutim sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, masterplan TIK harus menjadi panduan penyusunan kebijakan berbasis data, mendukung tercapainya visi Kutim Hebat, Desa Hebat, Kota Hebat.

Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur jaringan, penguatan sistem data dan keamanan informasi, hingga tata kelola layanan digital publik yang terintegrasi. FGD ini menjadi tonggak awal lahirnya perencanaan digital yang visioner dan bukti bahwa sinergi pemerintah, akademisi, dan industri menjadi kunci mewujudkan pemerintahan digital yang cerdas dan berkelanjutan di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kolaborasi Pemkab Kutim dan Swasta, Jembatan Sementara di Kaubun Segera Dibangun

Next Story

Bupati: Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Kunci Kemajuan Desa Sumber Agung