Pemkab Kutim Pastikan Skema MYC Berjalan Bertahap Demi Stabilitas Keuangan Daerah

by
21 November 2025
544 views

Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memastikan bahwa pelaksanaan program pembangunan melalui skema Multi Years Contract (MYC) tetap berjalan sesuai rencana, namun dengan pengaturan yang lebih adaptif terhadap kapasitas fiskal daerah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa seluruh skema MYC sebenarnya telah disiapkan jauh hari.

Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus melalui penyepakatan penuh pada tahap pertama sebelum pemerintah melanjutkan ke tahap berikutnya.

Menurutnya, pendekatan bertahap ini dirancang agar tidak memicu beban keuangan berlebih.

“MYC kami susun dua tahun per tahap agar fiskal tetap aman. Kita harus jaga keseimbangan supaya program lain tetap berjalan,” ujarnya menegaskan, Jumat (21/11/2025)

Ardiansyah juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah memilih untuk tidak melaksanakan kontrak tiga tahun sekaligus.

Hal tersebut dilakukan demi menghindari penumpukan anggaran yang berpotensi mengganggu program-prioritas lain, terutama yang menyentuh layanan dasar publik.

“Kalau dipaksakan tiga tahun sekaligus, anggaran akan menumpuk dan membatasi ruang gerak kegiatan lain. Ini yang ingin kita hindari,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan proyek-proyek multi-years, pemerintah kembali menegaskan bahwa seluruh proses penentuan dan penunjukan kontraktor berada di kewenangan Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan intervensi teknis dan memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai prosedur pengadaan barang dan jasa yang berlaku.

Ia berharap kontraktor yang terlibat dalam proyek-proyek strategis tersebut mampu menunjukkan komitmen dan tanggung jawab penuh.

Hal ini berkaca dari pelaksanaan proyek terdahulu yang sempat mengalami kendala karena lemahnya kualitas pelaksanaan di lapangan.

Beberapa proyek yang sebelumnya tertunda juga dipastikan akan dilanjutkan dalam skema pembangunan tahun ini.

Salah satunya adalah proyek Manubar–Seriung, yang sebelumnya mengalami keterlambatan namun kini kembali masuk dalam daftar prioritas penyelesaian.

Ardiansyah menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau pelaksanaan seluruh proyek multi-years demi memastikan progres pekerjaan berjalan optimal.

Dengan pengaturan skema MYC yang lebih realistis dan kontrol ketat terhadap pihak kontraktor, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur Kutim dapat terus bergerak stabil meskipun pendapatan daerah sedang menurun. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Koordinasi Tanpa Sekat, Kecamatan Sangatta Utara Buktikan Pembangunan Bisa Cepat dan Tepat

Next Story

Pemkab Kutim Gelar GPM, Pastikan Harga Stabil dan Aman