Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperketat pengawasan pemakaian internet di sekolah setelah Starlink menerapkan kebijakan baru terkait kuota pada tahun 2025. Kuota yang sebelumnya sebesar 1 terabita (TB) pada tahun 2024 kini dinaikkan menjadi 2 terabita (TB) per bulan, namun bersifat hangus setiap akhir periode.
Kenaikan kuota ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sekolah yang semakin bergantung pada layanan digital. Meski begitu, mekanisme hangus kuota membuat Pemkab Kutim menilai bahwa sekolah tetap harus mengatur pemakaian dengan lebih cermat agar data tidak terbuang tanpa digunakan secara optimal.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur, Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan bahwa peningkatan kuota bukan berarti penggunaan dapat dilakukan dengan bebas.
“Kuota memang naik menjadi dua terabita, tetapi aturan hangus setiap bulan tetap berlaku. Ini perlu menjadi perhatian sekolah,” ujar Ronny, Kamis (13/11/2025)
Ia menjelaskan bahwa meskipun kecepatan internet tetap stabil sepanjang bulan, ketidakteraturan penggunaan dapat membuat kuota tidak termanfaatkan dengan baik.
Menurutnya, perencanaan pemakaian menjadi sangat penting untuk memastikan kebutuhan pembelajaran dapat terpenuhi secara optimal.
Ronny juga meminta sekolah untuk memprioritaskan kuota untuk kegiatan inti seperti administrasi, absensi digital, dan pembelajaran daring.
Penggunaan untuk hiburan, streaming nonedukatif, dan aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan pendidikan harus dibatasi.
“Kalau tidak diawasi dengan baik, kuota besar sekalipun bisa terbuang. Pengawasan internal sekolah sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Pemkab Kutim turut menyiapkan pemantauan berkala terhadap pemakaian kuota sekolah melalui koordinasi dengan operator jaringan dan teknisi lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sekolah yang mengalami kekurangan data di tengah periode pemakaian.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, Pemkab Kutim berharap kuota dua terabita yang tersedia setiap bulan dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran digital di seluruh sekolah.(ADV)