Ubah Pola Penanganan, Camat Hasdiah Hadirkan Rumah Rehab Gizi sebagai Pusat Edukasi Keluarga

by
21 November 2025
653 views

Kaltim Point, Kutim – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terus memperkuat strategi penanganan stunting dengan langkah berbeda. Melalui program Rumah Rehab Gizi, Camat Sangatta Utara Hasdiah, menghadirkan tempat khusus yang tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pusat edukasi gizi bagi para orang tua.

Menurut Hasdiah, kebanyakan kasus stunting di Sangatta Utara bukan disebabkan oleh faktor ekonomi, melainkan kurangnya pemahaman orang tua mengenai pola makan dan pengasuhan anak.

Karena itu, rumah rehab gizi didesain sebagai tempat pembelajaran bagi keluarga dalam membentuk kebiasaan sehat sejak dini.

“Kita melihat sebagian besar masalah stunting berasal dari pola asuh yang kurang tepat. Maka dari itu, kami tidak hanya memberi makanan, tapi juga memberi pengetahuan. Anak dan orang tua sama-sama kita dampingi,” ujar Hasdiah, Jumat (21/11/2025)

Di rumah rehab gizi, anak-anak berisiko stunting akan datang setiap hari untuk makan bersama. Mereka mendapat menu bergizi seimbang yang dimasak langsung di lokasi, sementara tim dari kecamatan dan tenaga gizi melakukan pemantauan perkembangan berat badan dan tinggi badan.

“Selama anak-anak makan di rumah rehab, kami bisa lihat langsung apakah gizinya cukup. Sementara itu, orang tua mereka ikut kegiatan penyuluhan tentang pentingnya asupan protein, sayur, dan pola makan teratur,” jelasnya.

Program ini mendapatkan dukungan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program CSR, dan menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Selain pemantauan gizi, rumah rehab ini juga akan menjadi wadah kegiatan kader desa dan puskesmas untuk mengedukasi masyarakat melalui demo masak dan pelatihan pola asuh positif.

Hasdiah menegaskan bahwa pendekatan partisipatif ini penting agar masyarakat merasa memiliki program.

“Kami ingin perubahan ini datang dari kesadaran keluarga. Rumah Rehab Gizi hanyalah wadah, tapi yang menentukan keberhasilan adalah perilaku sehari-hari masyarakat,” tutupnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kutim Gelar Festival Pesona Budaya 2025, Mahyunadi: Budaya Harus Terus Hidup

Next Story

Koordinasi Tanpa Sekat, Kecamatan Sangatta Utara Buktikan Pembangunan Bisa Cepat dan Tepat

Don't Miss