BENGALON – Sinergi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama TNI terus diperkuat untuk mempercepat pengembangan kawasan pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan. Salah satu fokusnya adalah penyediaan 20 ribu hektare lahan padi yang menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan pertanian seluas 100 ribu hektare.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi beras, tetapi juga membangun sistem pertanian yang berkelanjutan. Dari total lahan yang direncanakan, sekitar 80 ribu hektare diperuntukkan bagi hortikultura dan perkebunan, sedangkan sisanya untuk pengembangan berbagai jenis tanaman padi.
Menurut Ardiansyah, sebanyak 7 ribu hektare lahan telah siap digarap, termasuk sekitar 2 ribu hektare sawah. Pemerintah juga menggandeng TNI sebagai mitra dalam membuka lahan, mendampingi petani, hingga memastikan proses budidaya berjalan optimal.
“Pemerintah menyiapkan lahan ini agar Kutai Timur mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” ujarnya saat mendampingi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul dalam kegiatan tanam padi serentak di Desa Sepaso Timur.
Sementara itu, Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto melaporkan program cetak sawah di Kutim mendapat alokasi 1.106 hektare. Hingga saat ini, realisasi pembukaan lahan baru mencapai 363 hektare dan akan terus dipercepat hingga seluruh target terpenuhi.
Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan TNI berkomitmen mendukung penguatan sektor pertanian sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, daerah yang mampu menjaga produktivitas lahan akan memiliki ketahanan ekonomi lebih baik di tengah ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian global.
Optimisme tersebut turut disampaikan Ketua Kelompok Tani Mega Sejahtera, Imam Turmudi. Ia mengungkapkan kelompoknya mengelola sekitar 98 hektare lahan di Desa Sepaso Timur dan menargetkan panen dua kali setiap tahun dengan dukungan pembukaan lahan baru dari pemerintah dan TNI. (ADV/ProkopimKutim/KP)