Tak Hanya Bangun Gedung, Lapas Baru di Kutim Jadi Pusat Pembinaan

by
22 Juli 2026
1 min read

SANGATTA – Rencana pembangunan lembaga pemasyarakatan di Kutai Timur tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan kapasitas hunian, tetapi juga menjadi langkah memperkuat pembinaan warga binaan. Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi jajaran Lapas Kelas IIA Bontang dengan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Dalam pertemuan tersebut, Plt Kepala Lapas Kelas IIA Bontang Huzaifah Makmur Hidayah menjelaskan kondisi lapas saat ini telah mengalami overcapacity. Situasi itu membuat kebutuhan pembangunan lapas baru di Kutim semakin mendesak.

Selain persoalan kapasitas, jarak tempuh Sangatta menuju Bontang juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum saat mengirim tahanan, baik yang masih menjalani proses persidangan maupun yang telah diputus pengadilan.

Huzaifah mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti proses pembangunan melalui koordinasi dengan Kantor Wilayah, terutama terkait kesiapan lahan.

Menanggapi hal itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan lapas baru karena dinilai akan meningkatkan efektivitas pelayanan hukum bagi masyarakat Kutim.

“Kita memang membutuhkan lapas baru karena jumlah warga binaan asal Kutim agar lebih dekat dan efektif,” katanya.

Pemkab sebelumnya telah melakukan serangkaian kajian sebelum menentukan lokasi pembangunan. Lahan yang diproyeksikan berada di kawasan Bukit Pelangi, dekat Masjid Agung Al-Faruq Sangatta.

Di sisi lain, pihak Lapas berharap fasilitas baru nantinya mampu menghadirkan pembinaan yang lebih optimal. Berbagai program seperti pelatihan pertanian, keterampilan kerja, dan kegiatan produktif lainnya diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan agar siap kembali menjalani kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Anggota DPRD Kutim Soroti Nasib Program Pembangunan Daerah 

Next Story

Dari Tumbler hingga Mangrove, Langkah PHI Bangun Budaya Peduli Lingkungan