KALIORANG – Ratusan warga memadati Pentas Seni Budaya Pemuda Rimba Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim). Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan tersebut turut menciptakan ruang interaksi masyarakat dan peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di desa.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman hadir dalam kegiatan tersebut bersama Plt Camat Kaliorang Pitriani, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen.
Panggung budaya malam itu diisi sejumlah pertunjukan yang melibatkan pemuda dan masyarakat. Tari Topeng Ireng dari Magelang, Jawa Tengah, menjadi salah satu penampilan yang mendapat perhatian warga.
Ardiansyah menyebut kegiatan seni seperti ini memiliki nilai strategis bagi Kutim yang dihuni masyarakat dari beragam latar budaya. Seni, kata dia, dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menanamkan karakter kepada generasi muda.
“Kita ingin Kutai Timur maju, tetapi kemajuan itu harus tetap berpijak pada budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, latihan dan pementasan membuat anak muda belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta penghormatan terhadap perbedaan.
Ketua Pemuda Rimba Bangun Jaya Zainal mengatakan kelompoknya beranggotakan 52 orang. Mereka menyiapkan pentas secara bersama-sama selama kurang lebih tiga bulan.
“Yang kami bangun bukan hanya acara semalam, tetapi semangat kebersamaan,” ujar Zainal.
Pemuda Rimba telah menjalankan kegiatan tersebut sejak 2015. Bagi mereka, keterlibatan langsung menjadi cara untuk memastikan budaya tidak berhenti sebagai cerita, tetapi terus dipelajari dan dipraktikkan generasi berikutnya.
Di sisi lain, kehadiran pengunjung turut memberi dampak bagi pedagang makanan, UMKM, dan usaha kecil masyarakat sekitar.
Pentas Seni Budaya Pemuda Rimba akhirnya memperlihatkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa dapat menjadi ruang pelestarian tradisi sekaligus memperkuat solidaritas dan aktivitas ekonomi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KP)