Dinkes Kutim Gandeng Unmul Siapkan Dokter hingga Apoteker

by
15 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Kekurangan tenaga kesehatan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dinas Kesehatan Kutim menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) melalui program beasiswa untuk menyiapkan tenaga medis dan farmasi yang nantinya kembali bertugas di wilayah tersebut.

Kepala Dinkes Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati menyebut sembilan orang mendapat dukungan pendidikan pada tahun ini. Mereka terdiri atas dua dokter umum, dua dokter gigi, dua dokter spesialis, serta tiga penerima pendidikan farmasi dan profesi apoteker.

Program itu dirancang bukan sekadar memberikan akses pendidikan. Pemkab Kutim memasang skema ikatan pengabdian agar investasi pendidikan yang dikeluarkan pemerintah daerah berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

“Ini dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Kutai Timur,” ujar Yuwana.

Ia menjelaskan, proses seleksi dilakukan berdasarkan skala prioritas dan penilaian objektif. Untuk pendidikan dokter spesialis, kesempatan diberikan kepada tenaga kesehatan yang sudah menjadi ASN Pemkab Kutim. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan penempatan setelah peserta menyelesaikan studi.

Selain dokter spesialis, penerima beasiswa jenjang sarjana dan profesi juga memiliki kewajiban kembali mengabdi di Kutim. Setiap peserta harus menandatangani surat perjanjian bermaterai sebelum dana pendidikan dicairkan.

Pemkab juga menyiapkan mekanisme pengamanan komitmen tersebut melalui penahanan ijazah setelah kelulusan. Ijazah nantinya diserahkan melalui Dinas Kesehatan sebagai bagian dari ketentuan program.

Yuwana menegaskan pemerintah tidak ingin lulusan yang dibiayai daerah justru meninggalkan Kutim setelah menyelesaikan pendidikan.

Dengan pola tersebut, kerja sama pendidikan dengan Unmul diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat pemerataan tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan mutu layanan medis bagi masyarakat Kutim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Mahyunadi: Lindungi Pelajar Kutim, Pendidikan Tak Cukup Hanya Kejar Prestasi

Next Story

Hadapi Ancaman PHK, Ardiansyah Siapkan Ekonomi Alternatif di Kutai Timur