Klarifikasi Sekretais Daerah Kutai TImur, Tegaskan tetap Bekerja Meski Ada Isu Miring

by
14 Juli 2025
40 views

SANGATTA – Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Rizali Hadi, memberikan klarifikasi atas sorotan publik terkait jarangnya ia terlihat di kantor. Ia menegaskan tidak mangkir, melainkan sedang menjalankan penugasan luar daerah dari Bupati.

Namun, pertanyaan publik tetap menggantung: apakah semua penugasan tersebut tercatat resmi? Apakah tingkat koordinasi internal berjalan optimal ketika kepala sekretariat berada di luar kota?

Rizali mengaku tetap menjalankan fungsi administratif melalui aplikasi digital dan tanda tangan elektronik. Namun efektivitas kinerja jarak jauh belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pelayanan yang bersifat langsung dan responsif.

Ia juga menyinggung keberadaan para asisten yang bertugas menggantikan peran Seskab jika berhalangan. Sayangnya, laporan publik menunjukkan beberapa pengajuan layanan sempat mengalami keterlambatan.

Meski Rizali menyatakan siap menerima kritik, transparansi penugasan dan evaluasi sistem kerja hybrid perlu dikedepankan. Pemerintahan digital bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang akuntabilitas.

“Semua pekerjaan tetap ditindaklanjuti. Jadi soal administrasi, tidak pernah ada kendala. Kalau ada ratusan berkas yang perlu ditandatangani, maka hari itu juga langsung saya selesaikan,” tegas Rizali.

Ia bahkan menyebut bahwa tidak pernah ada penumpukan dokumen fisik di meja kerjanya. Koordinasi dengan staf dan pejabat lain terus terjalin intens. Terutama melalui kanal digital yang dapat diakses dari mana saja.

Menanggapi isu bahwa ia sulit ditemui langsung oleh masyarakat atau pihak tertentu, Rizali kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri. Menurutnya, apabila ada keperluan khusus atau urusan pribadi yang mendesak, masyarakat tetap bisa menjumpainya sesuai mekanisme.

“Kalau ada yang ingin ketemu langsung, tentu bisa. Tapi saya pastikan tidak ada niat menghindar,” ujar dia.

Rizali juga menyampaikan bahwa keberadaan tiga Asisten Sekretaris Kabupaten di struktur pemerintahan menjadi penopang penting dalam memastikan roda pelayanan tidak terhambat meski ia sedang berada di luar daerah. Asisten I menangani urusan pemerintahan, Asisten II ekonomi dan pembangunan, Asisten III bidang administrasi.

“Jadi silakan masyarakat manfaatkan itu. Karena secara fungsi dan tupoksi, asisten tugasnya adalah mendukung kinerja dari Sekretaris Kabupaten,” jelasnya.

Terkait kritik dan sorotan publik, dari kalangan DPRD maupun warga, Rizali menyambutnya secara terbuka. Baginya, kritik bukanlah serangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Apalagi datangnya dari pejabat legislator, tentunya sangat positif, sebab mereka pastinya mewakili aspirasi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kritik dan teguran tersebut. Itu saya anggap sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.

Penjelasan Rizali Hadi mencerminkan komitmen untuk tetap menjalankan amanah sebagai Seskab Kutim dengan penuh tanggung jawab. Di tengah berkembangnya narasi miring soal “menghilang”, ia tampil untuk meluruskan bahwa ketiadaan fisik bukan berarti ketiadaan fungsi. Dalam era digital dan tata kelola pemerintahan modern, kehadiran bisa bermakna lebih dari sekadar keberadaan secara fisik.

“Tidak ada maksud menghindar. Semua karena tanggung jawab pekerjaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

APBD 2025 Disebut Belum Jalan, KNPI Temukan Banyak Proyek Di Umumkan

Next Story

Polemik APBD Kutim, Wakil Ketua II DPRD, Angkat Suara