Steril Bukan Berarti Bebas Pap Smear, Dinkes Kutim Luruskan Mitos Kesehatan Reproduksi

by
12 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Perempuan yang sudah menjalani sterilisasi tetap perlu menjalani pemeriksaan pap smear. Penegasan itu disampaikan dokter Sandri saat sosialisasi kesehatan reproduksi dan IVA test yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Dinkes Kutim itu, peserta mendapat penjelasan mengenai pentingnya screening kanker serviks secara berkala. Kegiatan diikuti ibu-ibu DWP dari perangkat daerah (PD) se-Kabupaten Kutim.

Dokter Sandri mengatakan masih terdapat pemahaman yang keliru di masyarakat terkait pemeriksaan organ reproduksi. Salah satunya anggapan bahwa perempuan yang telah disterilisasi tidak lagi membutuhkan pap smear.

“Steril itu beda tempat dengan pap smear. Jadi tetap wajib melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ia juga menganjurkan perempuan melakukan screening ulang setiap satu tahun, baik ketika mengalami gejala maupun dalam kondisi tanpa keluhan. Menurutnya, pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dari upaya menemukan potensi masalah kesehatan sejak dini.

Ketua DWP Dinkes Kutim, Nasra Ahzan Zainuddin, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diarahkan kepada anggota DWP. Selama ini, program pemeriksaan kesehatan reproduksi lebih banyak menyasar masyarakat secara umum.

Nasra menyebut rasa malu dan takut masih menjadi alasan perempuan menunda pemeriksaan. Karena itu, penyampaian informasi langsung dari tenaga medis dinilai dapat membantu peserta memahami proses pemeriksaan dan mengurangi kekhawatiran.

“Selama ini mereka takut diperiksa, mudah-mudahan setelah dijelaskan langsung oleh ahlinya, rasa takut itu bisa dilawan,” ujar Nasra.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup aktif. Peserta menanyakan berbagai persoalan, mulai dari siklus haid, pap smear hingga kontrasepsi.

Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut memberinya pengetahuan yang jarang diperoleh di luar forum kesehatan. Ia berharap pemeriksaan mendorong perempuan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.

Dinkes Kutim menilai peningkatan kesadaran dan pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk memperkuat deteksi dini serta menekan risiko kematian akibat kanker serviks. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kenali Sebelum Terlambat, Dinkes Kutim Dorong Perempuan Rutin IVA

Next Story

Perahu 20 Meter Warnai Festival UFAH, Pertahankan Tradisi Sungai Bahau