KARANGAN — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutai Timur (Kutim) memperkuat organisasi sekaligus memperluas pelayanan kesehatan hingga pelosok daerah. Sebanyak 22 ranting telah dibentuk di 18 kecamatan, menjadi bagian dari strategi mendekatkan bidan dengan masyarakat.
Ketua IBI Kutim, Yuliana Kalalembang, mengatakan pembentukan seluruh ranting menjadi salah satu agenda prioritas setelah kepengurusan baru dilantik pada 14 September 2025. Langkah tersebut kemudian diikuti penyusunan program kerja lima tahunan dan rencana kegiatan tahunan.
“Pembentukan pengurus ranting sebanyak 22 ranting pada 18 kecamatan, atau mencapai 100 persen,” ujar Yuliana.
Penguatan jaringan itu berjalan beriringan dengan kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT ke-75 IBI dan Hari Bidan Internasional 2026. Sejak awal Mei, pelayanan dilakukan secara bergilir di sejumlah kecamatan.
Salah satunya berlangsung di Karangan. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan keluarga, tetapi juga edukasi kesehatan reproduksi perempuan serta pemeriksaan IVA Test untuk mendukung deteksi dini kanker serviks.
Berbagai unsur turut terlibat, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, PKK, kader posyandu, Dharma Wanita Persatuan hingga perwakilan perusahaan dan Kantor Urusan Agama.
Kepala Seksi PMDH Kecamatan Karangan, Hubertus Umar, mengatakan kesehatan ibu dan anak merupakan modal penting dalam membentuk kualitas generasi mendatang. Karena itu, ia meminta bidan terus memberikan pendampingan kepada perempuan, khususnya selama kehamilan dan menjelang persalinan.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap gizi ibu hamil. Menurut Hubertus, pembangunan tidak semata berbicara soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia sejak masa kandungan.
“Dalam pembangunan berkelanjutan, kita harus memperhatikan kesehatan hingga gizi ibu hamil,” ujarnya.
Hubertus mengapresiasi IBI yang turun langsung ke kecamatan. Ia berharap keterbatasan di lapangan tidak mengurangi semangat bidan berinovasi dalam memberikan pelayanan.
Sepanjang 2026, IBI Kutim juga menjadwalkan monitoring, evaluasi, serta penguatan kelembagaan ranting sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. (ADV/ProkopimKutim/KP)