SANGATTA — Target panen 30 ton jagung pipil menjadi harapan baru petani yang mengelola lahan eks tambang di Kutai Timur. Optimisme itu muncul setelah Polda Kalimantan Timur memberikan dukungan alsintan dan bantuan sosial untuk memperkuat aktivitas pertanian di kawasan Pit J PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyerahkan bantuan kepada empat kelompok tani yang menggarap kawasan reklamasi tersebut. Penerimanya terdiri atas Poktan Bakutor, Karya Etam Bersama 3, Prima Tani, dan Prima Mandiri.
Ketua Poktan Bakutor Saul Lebang mengatakan produksi pada panen perdana mencapai 19 ton jagung pipil. Dengan dukungan peralatan pertanian dan pendampingan pemerintah, petani berharap hasil musim berikutnya meningkat hingga 30 ton.
“Bantuan paket sembako dan alsintan ini betul-betul nyata membantu meningkatkan semangat kerja kami,” kata Saul.
Bantuan yang diberikan mencakup 50 paket sembako serta sejumlah alat mesin pertanian, di antaranya cultivator dan planter manual. Peralatan tersebut ditujukan untuk mempercepat pengolahan dan penanaman di lahan pascatambang yang telah direhabilitasi.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian DTPHP Kutim Bohari memastikan pihaknya akan mendampingi pemanfaatan bantuan. Pemerintah daerah menilai mekanisasi diperlukan agar transformasi lahan eks tambang menjadi kawasan pangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Swarga Bara Rudiana Jaya menyebut 14,8 hektare lahan telah siap dikelola dari total target pengembangan 19,8 hektare. Lahan itu digarap secara bersama oleh petani Desa Swarga Bara dan Desa Singa Gembara.
Saat ini petani melakukan pembersihan lahan dan penyemprotan herbisida. Alat tanam baru akan digunakan untuk mempercepat pola tanam bergiliran antarkelompok.
Petani menargetkan panen raya serentak pada September 2026. Jika target produksi tercapai, pengembangan pertanian di lahan pascatambang tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan kawasan reklamasi untuk memperkuat perekonomian desa sekaligus mendukung ketahanan pangan. (ADV/ProkopimKutim/KP)