SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ingin mengurangi ketergantungan masyarakat dan perusahaan terhadap layanan kesehatan di Samarinda dan Balikpapan. Strategi itu ditempuh dengan memperkuat RSUD Kudungga melalui investasi fasilitas medis berteknologi tinggi, termasuk Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan catheterization laboratory (cath lab).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan keberadaan peralatan tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun pusat layanan kesehatan yang mampu menangani kebutuhan masyarakat di wilayah utara Kalimantan Timur. Menurut dia, rumah sakit tidak hanya dituntut memenuhi layanan dasar, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi kedokteran.
Sejumlah fasilitas baru RSUD Kudungga diresmikan Ardiansyah bersama Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmi dan jajaran Forkopimda. Fasilitas itu meliputi gedung poliklinik baru, ruang cath lab, dan unit mammografi.
RSUD Kudungga sebelumnya telah memiliki MRI. Rumah sakit tersebut juga dilengkapi CT Scan dan unit hemodialisis. Dengan tambahan fasilitas itu, pemerintah daerah menilai kapasitas layanan rujukan semakin lengkap.
Cath lab dilengkapi sistem pencitraan X-ray tiga dimensi Philips Azurion 7 C20. Adapun mammografi dosis rendah disiapkan untuk mendukung pemeriksaan dan deteksi dini kanker atau tumor payudara.
Ardiansyah menekankan modernisasi layanan harus tetap inklusif. Pemanfaatan BPJS Kesehatan, kata dia, memungkinkan fasilitas tersebut digunakan masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi.
Di sisi lain, Pemkab Kutim melihat sektor korporasi sebagai pasar potensial. Puluhan perusahaan tambang dan perkebunan beroperasi di Kutim, sementara sebagian pemeriksaan medis tingkat lanjut karyawan masih dilakukan di luar daerah.
“Sampaikan kepada mereka bahwa kita sudah memiliki alat-alat canggih. Karyawan perusahaan kini tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Balikpapan atau Samarinda,” ujar Ardiansyah.
Pengembangan tersebut juga diarahkan memperkuat kemandirian keuangan RSUD melalui skema PPK-BLUD. Namun, pemerintah mengingatkan teknologi harus disertai peningkatan kualitas dokter, perawat, dan tenaga medis agar pelayanan tetap aman, profesional, dan humanis. (ADV/ProkopimKutim/KP)