Sekolah Perketat Pendataan Penerima Beasiswa Stimulan Kutim

by
20 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA — Ketepatan data menjadi perhatian sekolah dalam menindaklanjuti program Beasiswa Stimulan Siswa Kutai Timur (Kutim) 2026. Sekolah diminta memastikan calon penerima sesuai kriteria agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran maupun diterima siswa yang sudah memperoleh bantuan serupa.

Hal tersebut menjadi salah satu poin yang mengemuka dalam sosialisasi program yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026).

Kepala SMAN 1 Teluk Pandan, Siti Yulianah Mahadi, mengatakan pihaknya akan mendata calon penerima berdasarkan ketentuan yang telah dijelaskan. Sekolah juga akan menyampaikan informasi program kepada orang tua siswa.

“Kami akan melakukan hal-hal yang sudah disarankan, seperti mendata anak-anak sesuai dengan kriterianya. Ada kriteria miskin, berprestasi, dan sebagainya sesuai dengan yang kami dapatkan tadi,” jelas Siti.

Menurut dia, keterlibatan orang tua diperlukan agar keluarga memahami dukungan pembiayaan yang diberikan pemerintah daerah. Pengalaman pelaksanaan program sebelumnya juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pendataan.

Siti menilai bantuan Rp2,5 juta per siswa cukup berarti bagi peserta didik. Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk perlengkapan dan seragam.

“Ini sangat berguna untuk anak-anak kami karena memang sebagian besar anak-anak kami mengharapkan beasiswa,” ungkapnya.

Di MA Nurul Hikmah Sangatta, proses seleksi juga akan dilakukan secara internal. Kepala sekolah Nur Aini Farida menyebut pihaknya akan mengelompokkan siswa berdasarkan kondisi ekonomi, prestasi akademik, dan kategori penghafal Al-Qur’an.

Kuota penerima setiap sekolah mencapai sekitar 15 siswa. Secara keseluruhan, program tahun ini menyasar 1.000 siswa dari 63 sekolah yang terdiri atas 26 SMA, 25 SMK, sembilan MA, dan tiga SLB.

Nur Aini berharap bantuan dapat membantu siswa melanjutkan pendidikan tanpa terganggu kendala biaya.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi mengatakan program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Melalui proses seleksi yang berbasis data, bantuan diharapkan benar-benar diterima siswa yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Geopark Bengalon Didorong Jadi Warisan Alam dan Budaya 

Next Story

Belajar dari Ponpes Al Hidayah, Kutim Kembangkan Komoditas Aren