Dari Singa Gembara, Kutim Ingin Perkuat Pola Penanganan Stunting Desa

by
25 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA – Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sekaligus Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, mendorong desa memperkuat pemahaman terhadap indikator Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S). Keseragaman pemahaman dinilai diperlukan agar pelaksanaan program, penyediaan data, hingga kelengkapan administrasi dapat dipersiapkan lebih terarah.

Dorongan tersebut disampaikan setelah Siti Robiah mendampingi presentasi Desa Singa Gembara dalam penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Presentasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Kantor Diskominfo Staper Kutim.

Menurutnya, kesiapan Singa Gembara menunjukkan bahwa pemenuhan indikator dan kelengkapan data menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Desa tersebut dinilai memiliki administrasi yang telah diverifikasi serta kemampuan kepala desa dan kader dalam menyampaikan materi secara percaya diri.

Di sisi lain, potensi serupa juga terdapat pada sejumlah desa lain di Kutim. Perbedaan capaian yang relatif tipis menunjukkan masih terbukanya peluang bagi desa lain untuk meningkatkan kinerja, terutama jika memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aspek yang dinilai.

Untuk memperluas pemahaman tersebut, Siti Robiah telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim. Informasi mengenai indikator P3S, dokumen pendukung, serta mekanisme pengunggahan berkas perlu disampaikan lebih awal sehingga desa dapat melakukan persiapan secara sistematis.

Keberhasilan Singa Gembara dalam penilaian tingkat provinsi juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi desa lain. Apabila mampu melaju hingga tingkat nasional, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi untuk memperbaiki kesiapan desa dalam menjalankan program penanganan stunting.

Dengan pemahaman yang lebih merata, penanganan stunting di Kutim diharapkan tidak hanya bergantung pada kesiapan desa tertentu. Setiap wilayah dapat membangun sistem yang lebih konsisten, terdokumentasi, dan terukur dalam mendukung upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kolaborasi Perkuat Dapur Stunting Singa Gembara Tekan Kasus Gizi Anak

Next Story

DPPPA Kutim dan Solidaridad Tata Ulang Komite Gender PT IPS untuk Tingkatkan Inklusivitas