Kolaborasi Perkuat Dapur Stunting Singa Gembara Tekan Kasus Gizi Anak

by
25 Agustus 2026
1 min read

SANGATTA Penanganan stunting di Desa Singa Gembara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai pemerintah desa hingga dunia usaha. PT Pama Persada Nusantara dan PT United Tractors turut berkontribusi melalui program CSR, terutama dalam mendukung Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu.

Dukungan tersebut berjalan bersama pembiayaan dari desa. Intervensi stunting dialokasikan melalui APBDes 2025 dan 2026 pada bidang kesehatan dan pendidikan. Desa juga menyediakan Dana RT Rp250 juta per tahun, dengan minimal 1 persen diperuntukkan bagi RT yang memiliki warga sasaran stunting.

Di tengah dukungan itu, Dapur Stunting menjadi salah satu kegiatan yang dijalankan untuk memperkuat intervensi gizi. Program ini melibatkan lima kader yang menangani proses pengolahan makanan hingga pengantaran kepada keluarga sasaran.

Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa mengatakan pengelolaan dapur diarahkan tidak sebatas pemberian makanan saja. 

“Kami ingin intervensi yang diberikan tidak berhenti pada makanan, tetapi juga mendorong keluarga memahami pemenuhan gizi dan pola asuh anak,” ujarnya.

Agar pelaksanaannya terarah, menu makanan disusun berdasarkan arahan ahli gizi Puskesmas Teluk Lingga. Bahan pangan lokal turut dimanfaatkan, termasuk hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Dasawisma.

Program tersebut sebelumnya dibahas melalui musyawarah dusun dan RT dengan melibatkan BPD, pengurus RT, serta tokoh masyarakat. Pemerintah desa kemudian menerbitkan SK Penunjukan Pengelola Dapur Stunting sebagai landasan pelaksanaan program.

Upaya tersebut diikuti capaian positif. Prevalensi stunting turun dari 26,45 persen pada Juli menjadi 16,69 persen pada akhir Desember 2025. Jumlah anak stunting juga berkurang dari 35 anak pada September menjadi 16 anak pada Desember.

Kinerja tersebut kini menjadi bagian dari Penilaian Desa Berkinerja Baik P3S 2026 tingkat Provinsi Kaltim. Mewakili Kutim, Desa Singa Gembara menargetkan zero stunting pada 2027. (ADV/ProkopimKutim/KP)

 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Intrusi Mulai Terindikasi di Sungai Sangatta, Perumdam Pantau Arah Pergerakannya

Next Story

Dari Singa Gembara, Kutim Ingin Perkuat Pola Penanganan Stunting Desa