Kutai Timur – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kabo Jaya berlangsung istimewa. Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) El-Shaddai menggelar upacara bendera di halaman gereja yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur, menghadirkan nuansa berbeda yang memadukan semangat nasionalisme dengan nilai spiritual.
Upacara dipimpin oleh Pembina Pdt. Koesnary. Dalam pidatonya ia menyampaikan, “Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kita kesempatan berkumpul di halaman gereja. Bukan hanya untuk menjalankan upacara bendera, tetapi juga mengingat dan mensyukuri anugerah Tuhan yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa kita 80 tahun yang lalu. Kemerdekaan ini bukan hanya hasil perjuangan manusia semata, tetapi juga campur tangan Tuhan melalui para pahlawan bangsa.”
Ia juga menegaskan bahwa kemerdekaan harus dijaga dengan sikap dan perbuatan yang memuliakan nama Tuhan. “Kita dipanggil bukan hanya untuk menjadi warga negara yang baik, tetapi juga warga kerajaan Allah yang hidup dalam kasih, kejujuran, dan pelayanan. Karena itu marilah kita bersatu dan saling membangun untuk kemajuan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, pengurus gereja Eshal Venchy S. mengingatkan jemaat agar tidak melupakan makna kemerdekaan. “Sering kali dalam kehidupan sehari-hari kita abai terhadap arti sebuah kemerdekaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat nasionalisme jemaat tetap terjaga,” ujarnya.
Sebagai rangkaian perayaan, panitia juga menyiapkan berbagai lomba yang akan digelar pada 18 Agustus, seperti lomba pecah balon, makan papeda, dan lomba khas anak-anak seperti makan kerupuk.
“Mari kita tingkatkan jiwa nasionalisme kepada bangsa Indonesia. Sebab di luar sana, banyak negara yang masih berjuang keras untuk meraih atau mempertahankan kemerdekaan,” tutup Eshal.