Mobil Radiografi di Desa: Strategi Cepat Kutim Hadapi TBC

by
1 November 2025
94 views

MUARA BENGKAL — Di halaman Puskesmas Pembantu Desa Benua Baru, Kabupaten Kutai Timur, suara mesin kompresor mobil radiografi toraks menjadi latar sebuah kampanye serius: deteksi dini Tuberkulosis (TBC) telah menjangkau warga. Dinas Kesehatan Pemerintah dengan dukungan dukungan District Public Private Mix (DPPM), menurunkan layanan radiografi mobile untuk deteksi dini kasus TBC di wilayah pedesaan.

Ratusan warga dari berbagai dusun antre dengan tertib menunggu giliran pemeriksaan. Alat yang biasanya hanya tersedia di rumah sakit besar kini hadir di desa, sebagai bagian dari program Active Case Finding (ACF) yang diinisiasi Kementerian Kesehatan. Tujuannya untuk memutus rantai penularan dan mendekatkan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Bahrani Hasanal, program deteksi dini TBC mendesak untuk segera dilakukan. “Tidak ada kata terlambat! Satu penderita TBC bisa menularkan ke 10 orang. Jika kita terlambat, target eliminasi TBC pada 2030 bisa jadi ilusi,” ujarnya.

Deteksi dini menjadi kunci karena di Kutim, seperti banyak daerah terpencil di Indonesia, fasilitas kesehatan rujukan masih sulit dijangkau dan kekurangan alat diagnostik. Kepala Seksi P2PM Dinkes Kaltim, dr. Ivan Hariyadi, menyatakan bahwa radiografi digital memungkinkan identifikasi infeksi lebih cepat, bahkan sebelum gejala berat muncul.

Tak hanya dukungan teknis, program ini juga menerapkan pendekatan sosial. Ketua DPPM Kutim, Ny. Hj. Siti Robiah, bersama kader desa dan TP PKK aktif melakukan edukasi dari rumah ke rumah. Selain itu, dalam kunjungannya ke lokasi skrining, ia membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada warga peserta sebagai bentuk insentif kesehatan.

Camat Muara Bengkal, Nur Hadi, mencatat bahwa pada satu sesi, sekitar 200 warga mengikuti pemeriksaan. “Ini pertanda kesadaran mulai tumbuh. Bila rutin digelar setiap tahun, efeknya akan terasa,” katanya. Data yang dikumpulkan selanjutnya akan membantu pemetaan penyebaran TBC di Kutim agar intervensi lebih terarah. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pemkab Kutim Gandeng Pemangku Kepentingan Bangun Teluk Pandan

Next Story

Aldriansyah: Semangat NasDem Adalah Perubahan yang Menyentuh Rakyat Kutim