SANGATTA – Insiden yang viral di media sosial, di mana sejumlah pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur terlihat berjoget di atas meja kantor dengan iringan sawer, telah menuai kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami, yang menganggap kejadian tersebut tidak pantas dan dapat merusak citra pemerintahan.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Tindakan tersebut dapat memberikan stigma buruk terhadap instansi pemerintah dan mengurangi kepercayaan masyarakat,” ujar Prayunita saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (17/2/2025). Ia juga mencatat bahwa insiden ini telah tersebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan di grup WhatsApp para anggota DPRD.
Menanggapi hal tersebut, Prayunita segera menghubungi Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sudirman Latif, untuk membahas langkah yang perlu diambil. Meskipun kejadian tersebut terjadi di luar jam kerja, Prayunita menegaskan bahwa perilaku seperti itu tetap tidak dapat dibenarkan, terlebih jika melibatkan ASN.
Prayunita juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja Dinas PUPR, mengingat Kabupaten Kutai Timur masih menghadapi kondisi keuangan yang fluktuatif. Dinas PUPR, menurutnya, merupakan salah satu instansi yang memiliki utang terbanyak. “Masih banyak pekerjaan yang belum dibayar meskipun sudah selesai pada Desember 2024,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, Prayunita mengimbau agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas PUPR agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Integritas dan profesionalisme dalam pelayanan publik harus dijaga,” tambahnya.