SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersiap membuka akses jalan darat sepanjang 17,47 kilometer yang akan menghubungkan Desa Manubar, Sandaran, hingga Tanjung Mangkalihat. Pembangunan ini menjadi langkah strategis membuka keterisolasian wilayah pesisir timur Kutim, yang selama ini bergantung pada jalur laut. alan ini diprioritaskan untuk membuka keterisolasian di wilayah pedalaman Kutim, meningkatkan akses ke pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Sandaran.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memimpin langsung rapat fasilitasi pembangunan infrastruktur tersebut di Ruang Arau di area kantor Bupati. “Pembangunan ini bukan sekadar pembangunan jalan, tapi penghubung harapan masyarakat di wilayah terluar,” tegasnya. Jalur yang akan dibuka melewati kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), sehingga dipastikan tidak merusak kawasan hutan lindung yang menjadi penyangga ekologi Kaltim.
Turut hadir dalam rapat ini antara lain Kepala Bappeda Noviari Noor, Plt Kadis PUPR Joni Abdi Setia, Asisten Pemerintahan Poniso Suryo Renggono, serta para kepala desa dan perusahaan yang beroperasi di Sandaran.
Plt Camat Sandaran, Mulyadi, menyebut proyek ini sangat dinanti warga. “Dengan akses ini, distribusi hasil pertanian dan perikanan akan lebih mudah, dan biaya hidup bisa ditekan,” katanya.
Untuk tahap awal, badan jalan akan dibangun dengan menggunakan APBD 2025, sementara pengerasan jalan ditargetkan untuk masuk alokasi anggaran tahun berikutnya.
Pembangunan jalan pesisir ini juga akan menjadi percontohan kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Harapannya, pendekatan ini bisa diterapkan di kecamatan lain yang menghadapi tantangan geografis serupa.(ADV/ProkopimKutim/KP)