KOMBENG — Target nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia adalah mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030, yang berarti menurunkan insiden TBC menjadi 65 per 100.000 penduduk dan menurunkan angka kematian akibat TBC menjadi 6 per 100.000 penduduk. Untuk berkontribusi mencapai target tersebut , Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen aktif melakukan deteksi agresif yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyakit TBC bisa dicegah dan disembuhkan jika ditangani sejak awal.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Kutim antara lain melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Balai Pertemuan Umum Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kombeng,. Kegiatan bertajuk Active Case Finding (ACF) ini berfokus pada deteksi dini dan pencegahan penyebaran Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan paru-paru menggunakan alat X-Ray.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional yang dicanangkan Kementerian Kesehatan untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia. Kegiatan bertema “Kontak dengan penderita TBC, tinggal serumah, batuk tak kunjung sembuh? Ayo periksa X-Ray paru!” ini menyasar warga dengan riwayat kontak erat atau gejala awal TBC.
Ahsan Zainuddin, Kabid Pengembangan SDM Kesehatan Kutim, menjelaskan pentingnya deteksi infeksi laten yang belum menunjukkan gejala. “Deteksi dini sangat penting untuk mencegah perkembangan TBC aktif dan memutus rantai penularan,” ujarnya.
Wilayah seperti Kombeng dan Muara Wahau dinilai rawan TBC karena padat penduduk dan akses layanan kesehatan yang terbatas. Sekretaris Kecamatan Kombeng, Uleh Juk, mendorong partisipasi warga. “Pemeriksaan ini untuk kebaikan bersama. Jangan takut atau malu,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan secara tertib, diawali pengisian formulir dan dilanjutkan pemeriksaan X-Ray. Dinas Kesehatan juga menggandeng Forkopimcam, BLUD, dan tokoh masyarakat demi kelancaran kegiatan ini. (ADV/ProkopimKutim/KP)