Mahyunadi Hadiri HLM TPID dan TP2DD, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah

by
4 November 2025
39 views

SAMARINDA – Digitalisasi layanan publik dan stabilitas ekonomi menjadi dua hal yang terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam membangun daerah. Hal tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan seluruh elemen di dalam kabupaten maupun dengan jajaran pemerintahan di atasnya.

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kalimantan Timur (Kaltim). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud itu dirangkai dengan penyerahan Paritrana Award 2025. Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah dan perusahaan yang aktif melindungi pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Gubernur Rudy Mas’ud dalam arahannya menekankan sinergi lintas sektor dalam pengendalian inflasi daerah, percepatan digitalisasi layanan, serta program makan bergizi gratis. Ia juga menyoroti cakupan BPJS Ketenagakerjaan di Kaltim yang baru menyentuh 70,11 persen.

“Kita kejar di atas 90 persen. Pemerintah harus memacu dunia usaha untuk mengimplementasikan perlindungan pekerja secara menyeluruh,” tegas Rudy.

Forum tersebut penting untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal, digitalisasi ekonomi daerah, dan ketahanan sosial masyarakat. Gubernur juga mengingatkan pentingnya intervensi pada momen hari besar keagamaan untuk menjaga inflasi. Tidak sekadar duduk di belakang meja, ia mendorong TPID untuk lebih aktif di lapangan, meski tetap mengandalkan data akurat, koordinasi yang solid, dan langkah terukur.

Ketika menyinggung soal digitalisasi layanan, Rudy menegaskan bahwa TP2DD tidak cukup hanya bergerak menuju transformasi 2.0. “Kita harus melompat ke 5.0. Setiap pelayanan digital harus terdokumentasi, terukur, dan menjadi standar mutu pelayanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa MBG merupakan investasi masa depan. “MBG adalah strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul,” katanya.

Agenda bersama ini menunjukkan keseriusan Kaltim dalam membangun masa depan yang adil dan berketahanan ekonomi. Sinergi dari berbagai pihak dalam pemerintahan juga menggambarkan kolaborasi positif. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

KPC Dukung Kewirausahaan Lokal Lewat Program Wirausaha Nusantara 2025

Next Story

Perempuan Kutim Didorong Jadi Motor Kemandirian Ekonomi Keluarga