Legislator Kutim Minta Pemerintah Fokus Kembangkan Pertanian, Kurangi Ketergantungan pada Tambang dan Sawit

by
12 November 2025
502 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, menyerukan perlunya perubahan arah pembangunan ekonomi daerah. Ia menilai dominasi sektor tambang dan kelapa sawit selama ini membuat Kutai Timur terlalu bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan, sementara potensi besar di sektor pertanian belum digarap maksimal.

Menurut dr. Novel, Kutim memiliki lahan yang sangat luas dan subur, namun sebagian besar masih tergolong lahan tidur. Kondisi ini menjadi ironi karena di tengah melimpahnya sumber daya alam, daerah masih belum mampu mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya sendiri.

“Yang saya katakan tadi, Kutim ini punya lahan tidur yang sangat besar, sangat luas, yang sampai hari ini kita tidak manfaatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, letak geografis Kutai Timur yang berada di wilayah tropis sebenarnya memberi keuntungan besar bagi pengembangan sektor pertanian. Berbeda dengan negara-negara beriklim dingin, tanaman pangan bisa tumbuh sepanjang tahun tanpa hambatan musim.

“Sementara kita tahu sendiri, kita kan berada di negara tropis. Kita nggak perlu ada musim dingin, musim salju, nggak ada. Sepanjang 12 bulan, apapun bisa kita tanam,” lanjutnya.

dr. Novel menilai, jika pemerintah daerah serius menggarap potensi pertanian, maka Kutim tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya, tetapi juga bisa menjadi penyuplai bagi wilayah lain di Kalimantan Timur. Menurutnya, hal ini akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan bergantung pada sektor tambang dan sawit yang suatu saat akan habis.

Selain itu, ia mendorong agar pemerintah memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani lokal. Pemberdayaan masyarakat tani, peningkatan akses terhadap teknologi pertanian, serta pengelolaan lahan produktif dinilai sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah.

“Kalau Kutim serius menggarap sektor pertanian, bukan tidak mungkin kita menjadi daerah mandiri pangan bahkan mampu menyuplai ke daerah lain,” pungkasnya.

Dorongan tersebut diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pembangunan ekonomi Kutim tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek dari industri ekstraktif, tetapi juga mengarah pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bahcok Riandi Desak Pemerataan Posko DAMKAR di Seluruh Kecamatan Kutai Timur

Next Story

DPRD Kutim Dorong Sinkronisasi Regulasi Aset untuk Pembangunan Posko DAMKAR