Novel Paembonan Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Pusat dan Daerah dalam Pembukaan Lahan Pertanian

by
12 November 2025
697 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Peningkatan ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sumber daya, tetapi juga pada harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, yang menilai bahwa keberhasilan program pertanian sangat ditentukan oleh sinergi lintas pemerintahan.

“Yang pasti, kita selalu kerja sama pemerintah pusat dan daerah terkait dengan masalah pembukaan lahan pertanian,” ujarnya.

Menurut Novel, pembukaan lahan pertanian baru tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Ia menegaskan bahwa setiap langkah harus direncanakan dengan matang, mencakup aspek legalitas lahan, kesiapan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan akses jalan, serta pemberdayaan petani sebagai pelaku utama. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab penting untuk memastikan setiap rencana pengembangan sejalan dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Harus betul-betul sejalanan, supaya dalam perencanaan menyusul rencana kemudian support terhadap rencana kegiatan itu,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa selama ini masih sering terjadi ketidaksinkronan antara kebijakan pusat dan daerah. Misalnya, ada program dari kementerian yang tidak diikuti dengan kesiapan daerah dalam hal lahan maupun sumber daya manusia. Kondisi tersebut membuat sejumlah proyek pertanian tidak berjalan maksimal, bahkan sebagian berhenti di tengah jalan.

Untuk mengatasi hal itu, Novel mendorong agar Dinas Pertanian Kutai Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi lahan yang belum tergarap. Ia juga meminta agar pemetaan lahan dilakukan secara terintegrasi dengan instansi terkait, termasuk perencanaan tata ruang dan lingkungan hidup.

“Kalau rencana pusat dan daerah bisa satu arah, bukan hanya hasilnya yang meningkat, tapi petani juga akan lebih semangat karena merasa didukung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novel berharap agar kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Menurutnya, semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat harus menjadi landasan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kita ingin ketahanan pangan tidak hanya jadi slogan, tapi jadi gerakan bersama,” pungkasnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Bahcok Riandi Dorong Penambahan Personel DAMKAR, Soroti Kekurangan SDM di Kecamatan Kutai Timur

Next Story

Bahcok Riandi Tekankan Sinkronisasi TAPD dan OPD Demi Wujudkan Visi-Misi Bupati Kutim