
Kutai Timur, Kaltimpoint.com — Anggota DPRD Kutai Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ardiyansyah, menyatakan optimisme terkait penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur 2025 yang mencapai Rp 9,8 triliun. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kesiapan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor, meskipun pengawasan tetap menjadi kunci agar anggaran dapat terserap secara efektif.
Ardiyansyah menuturkan, sebagian kegiatan yang menggunakan mekanisme penunjukan langsung (PL) mungkin masih memerlukan penyesuaian administratif. “Kalau untuk anggaran 9,8 saat ini yang masih belum siap hanya mungkin kegiatan yang PL-PL ya,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan melalui lelang telah berjalan, dan beberapa sudah memasuki tahap persiapan tender.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proyek-proyek fisik yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya sebagian masih dalam kontrak dan belum sepenuhnya dibayar. Hal ini menurutnya wajar dalam proses pelaksanaan proyek pembangunan yang berskala besar. “Contohnya kegiatan yang lalu masih berkontrak, masih berlaku. Yang belum dibayarkan, ini masih berjalan saat ini,” jelas Ardiyansyah.
Legislator PKS ini tetap optimistis serapan APBD 2025 dapat berjalan sesuai target. Ia menekankan pentingnya percepatan realisasi kegiatan sejak awal tahun agar seluruh program pembangunan di Kutai Timur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perencanaan yang matang dan koordinasi lintas OPD menjadi faktor penting untuk memaksimalkan penggunaan anggaran.
Ardiyansyah menyoroti bahwa pemerintah daerah perlu terus memonitor perkembangan proyek agar tidak terjadi penundaan yang signifikan. Dengan pengawasan yang tepat, ia yakin semua kegiatan dapat terserap dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, ia berharap keterlibatan masyarakat dan transparansi pelaksanaan proyek dapat diperkuat sehingga anggaran publik benar-benar digunakan secara optimal. “Jadi kalau untuk proses penyerapan, tahun ini insya Allah terserap,” tegasnya.
Dengan optimisme yang tinggi, legislator PKS ini yakin Kutai Timur mampu memanfaatkan APBD 2025 secara efektif. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan penyerapan anggaran tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat.(ADV)