dr. Novel Paembonan Desak Pemkab Kutim Segera Tindaklanjuti Program PLTS dari Pemerintah Pusat

by
21 November 2025
485 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, meminta pemerintah daerah segera bergerak cepat menindaklanjuti program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data desa yang belum teraliri listrik agar bantuan dapat tepat sasaran dan segera dirasakan masyarakat.

“Program pemerintah pusat kan sudah ada. Pak Presiden juga menegaskan bahwa desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN akan difasilitasi lewat PLTS,” ujar dr. Novel saat ditemui di Gedung DPRD Kutim, belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh pasif dalam menunggu bantuan pusat, tetapi harus proaktif dengan menyiapkan data valid mengenai kondisi riil lapangan. Menurutnya, Kutai Timur masih memiliki sedikitnya 26 desa yang belum menikmati listrik 24 jam, sebagian besar berada di wilayah dengan medan sulit.

“Pemerintah daerah harus datang langsung ke kementerian terkait membawa data lengkap. Ini loh, 26 desa di Kutai Timur yang memang belum bisa dijangkau jaringan PLN,” jelasnya.

dr. Novel menilai, tanpa langkah konkret dari pemerintah daerah, Kutim bisa kehilangan peluang untuk memperoleh program bantuan PLTS tahun anggaran berikutnya. “Kalau kita tidak cepat menindaklanjuti, bisa-bisa daerah lain yang lebih siap justru dapat duluan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerataan listrik bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga kebutuhan dasar warga yang harus segera dipenuhi. “Energi itu hak rakyat. Kalau kita bisa bergerak cepat, masyarakat juga akan cepat merasakan manfaatnya,” ucapnya.

pihaknya  menambahkan, dengan dukungan DPRD, Pemkab Kutim diharapkan dapat membentuk tim lintas instansi yang fokus menyiapkan proposal usulan program energi terbarukan. “Kita dorong supaya tidak hanya satu-dua desa yang dapat, tapi semuanya bertahap terlayani,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keaktifan pemerintah daerah akan menjadi penentu keberhasilan pemerataan listrik di Kutim. “Kalau kita cepat gerak, masyarakat juga cepat menikmati hasilnya,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Novel Paembonan: Energi Surya Bisa Wujudkan Kemandirian Listrik Desa di Kutai Timur

Next Story

Kutim Gelar Festival Pesona Budaya 2025, Mahyunadi: Budaya Harus Terus Hidup