Komisi C DPRD Kutim Desak Pembangunan Bendungan dan Irigasi untuk Wujudkan Swasembada Pangan

by
22 November 2025
512 views

Sangatta, Kaltimpoint.com — Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, H. Bahcok Riandi, menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur air seperti bendungan dan jaringan irigasi untuk memperkuat ketahanan serta swasembada pangan daerah. Ia menilai sektor pertanian tidak akan berkembang tanpa dukungan sistem pengairan yang memadai dan berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur air ini vital. Kita ingin memastikan ketersediaan air sepanjang tahun agar lahan pertanian tetap produktif dan menarik bagi masyarakat,” ujar Bahcok.

Menurutnya, banyak lahan pertanian di Kutai Timur yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sarana irigasi dan bendungan. Dengan tersedianya sistem pengairan yang baik, produktivitas pangan dapat meningkat signifikan dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

Bahcok menegaskan bahwa mewujudkan swasembada pangan bukanlah hal yang mustahil jika ada sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menekankan perlunya rencana pembangunan yang konkret agar proyek ini tidak sekadar menjadi janji di atas kertas.

Komisi C DPRD Kutim melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PUPR sebagai langkah awal memperkuat koordinasi lintas sektor. Pihaknya akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur air masuk dalam rencana prioritas nasional Ditjen Sumber Daya Air, sehingga mendukung target swasembada pangan Kutai Timur secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur air yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mampu mengurangi risiko banjir di wilayah rawan. Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di desa-desa yang bergantung pada pertanian dan lahan produktif.

Dalam kunjungan kerja ke Kementerian PUPR, Komisi C DPRD Kutim menyampaikan kebutuhan mendesak pembangunan bendungan dan irigasi di berbagai wilayah. Bahcok menegaskan bahwa pemerintah pusat harus memberikan perhatian serius agar program ini bisa berjalan cepat dan efektif.

Selain itu, kolaborasi pusat-daerah diharapkan bisa memperkuat rencana pembangunan jangka panjang sehingga setiap investasi infrastruktur air berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, mitigasi bencana, dan kesejahteraan warga Kutai Timur. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

dr. Novel Paembonan: Lahan Tidur di Kutim Harus Jadi Basis Ketahanan Pangan Daerah

Next Story

dr. Novel Paembonan Kritik Lemahnya Dukungan Pemerintah untuk Petani Kutai Timur