dr. Novel Paembonan: Lahan Tidur di Kutim Harus Jadi Basis Ketahanan Pangan Daerah

by
22 November 2025
460 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, mendorong pemerintah daerah untuk serius mengoptimalkan lahan tidur sebagai kekuatan utama dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia menilai, dengan luas wilayah dan sumber daya alam yang melimpah, Kutai Timur seharusnya mampu menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Timur.

Menurutnya, Kutai Timur memiliki ribuan hektare lahan tidak produktif yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan. Namun, hingga kini sebagian besar lahan tersebut belum tersentuh program pemberdayaan yang serius. “Mau tidak mau, suka tidak suka, hari ini Kutim punya banyak lahan tidur,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat, melainkan perlu komitmen dan inisiatif pemerintah daerah. Pemerintah Kutim harus mampu mengidentifikasi potensi wilayah, memetakan lahan-lahan kosong, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan berbasis produktivitas.

“Kalau lahan-lahan ini diberdayakan, hasilnya akan berlipat. Bukan hanya membantu ketahanan pangan nasional, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” jelasnya.

pihaknya berharap Pemkab Kutim dan DPRD dapat menyusun kebijakan konkret, baik berupa insentif bagi petani maupun kemudahan akses bagi kelompok tani dan investor lokal yang ingin mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan. “Kalau kita serius, Kutim bisa mandiri secara ekonomi tanpa tergantung penuh pada tambang,” pungkasnya.

dirinya juga mengingatkan bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh tata kelola dan kemauan politik pemerintah daerah. “Kalau serius, Pemkab bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi, kelompok tani, atau pihak swasta untuk menghidupkan kembali lahan tidur,” katanya.

lebih lanjut Ia menambahkan, dengan memanfaatkan lahan secara produktif, Kutai Timur bisa menciptakan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada komoditas ekstraktif. “Kita tidak boleh hanya jadi penonton dalam pembangunan nasional. Potensi kita besar, tinggal kemauan dan keberpihakan kebijakan saja,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Faizal Rachman Gagas Program Ternak Mandiri untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat

Next Story

Komisi C DPRD Kutim Desak Pembangunan Bendungan dan Irigasi untuk Wujudkan Swasembada Pangan