SANGATTA – Penyediaan layanan dasar bagi masyarakat menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen itu saat meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 50 liter per detik di Kompleks Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menekankan bahwa pelayanan publik tidak mengenal batas wilayah. Ia secara khusus menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memperluas akses air bersih hingga ke titik terluar Kutim, Dusun Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan.
“Saya tidak akan terpengaruh komentar dari luar daerah. Tugas saya adalah memastikan masyarakat Kutai Timur, dari pusat hingga perbatasan, mendapatkan layanan yang layak,” tegas Bupati. Pernyataan itu sekaligus menanggapi pernyataan Wakil Wali Kota Bontang yang menyarankan Bupati “belajar lagi”.
SPAM Kabo Jaya, yang kini resmi beroperasi, diharapkan menjadi solusi peningkatan pasokan air bersih bagi warga Sangatta Utara dan sekitarnya. Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, Suparjan, menyebut kapasitas 50 liter per detik ini mampu menjangkau ribuan sambungan rumah tangga. Namun, untuk daerah terpencil seperti Sidrap, masih diperlukan upaya lintas instansi untuk memastikan distribusi merata.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur di perkotaan, tetapi juga tentang pemerataan layanan dasar, termasuk listrik, akses jalan, jembatan, dan layanan kesehatan. “Apa yang kita mulai di Sangatta harus sampai ke Sidrap dan desa lainnya. Pemerataan inilah yang menjadi prinsip kepemimpinan saya,” kata Ardiansyah.
Plt Kepala Dinas PUPR Joni Abdi Setia, yang hadir bersama Ketua DPRD Kutim Joni dan sejumlah legislator, menerima arahan langsung untuk mempercepat jaringan air bersih ke wilayah perbatasan. Sinergi dengan Perumdam TTB menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Dusun Sidrap, yang kerap menjadi “zona abu-abu” dalam layanan publik karena letaknya dekat Kota Bontang, kini menjadi perhatian serius Pemkab Kutim. Ardiansyah menekankan, di manapun rakyat berada, di situlah pemerintah harus hadir, tanpa sekat dan batas. (ADV/ProkopimKutim/KP)