Pesantren An-Nabawi Jadi Prioritas, Pemkab Kutim Mantapkan Dukungan untuk Mutu Pendidikan

by
16 November 2025
567 views

MUARA WAHAU – Pondok Pesantren Modern An-Nabawi di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, kian menempati posisi penting dalam peta pembangunan sumber daya manusia di Kutai Timur. Menjelang akhir 2024, pemerintah daerah mempertegas komitmennya dengan menaruh perhatian khusus pada penguatan fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, turun langsung meninjau kompleks pesantren yang telah beroperasi selama empat tahun tersebut. Di sela-sela peninjauan, ia bersama jajaran perangkat daerah mengecek satu per satu ruang belajar, asrama santri, hingga area penunjang aktivitas sehari-hari.

Lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024, Pemkab Kutim mengalokasikan pembangunan ruang kelas baru untuk An-Nabawi.

“Ruang kelas penting, tapi sanitasi, air bersih, perpustakaan, sampai sarana olahraga juga harus layak. Kenyamanan belajar adalah pintu awal untuk melahirkan generasi yang berkarakter kuat,” ujar Mahyunadi. Ia menambahkan, desain penguatan fasilitas pesantren akan diarahkan agar sejalan dengan misi pembentukan akhlak mulia sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan modern.

Pimpinan Ponpes An-Nabawi, Kyai Purwanto, menyambut baik langkah Pemkab Kutim. Menurutnya, sebagai pesantren modern, An-Nabawi mengintegrasikan pendidikan agama dengan kurikulum nasional. Kombinasi ini menuntut keberadaan sarana belajar yang lebih lengkap dan fungsional.

“Kami tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga ilmu umum. Fasilitas yang baik akan membantu santri lebih fokus, disiplin, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Purwanto.

Di tingkat kebijakan, Pemkab Kutim menempatkan penguatan fasilitas pesantren sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan manusia. Pemerintah daerah melihat pesantren sebagai salah satu pilar penting jaringan pendidikan yang ikut menentukan kualitas generasi Kutai Timur pada masa mendatang.

Rencana peningkatan fasilitas di An-Nabawi akan dilakukan bertahap, mengikuti skala kebutuhan dan kemampuan anggaran. Pemerintah daerah memastikan program ini bukan sekadar proyek tahun berjalan, melainkan agenda prioritas yang terus dikawal. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Ekosistem Wisata Pulau Miang Menggeliat, Mangala Derya Sail Jadi Motor Ekonomi Baru

Next Story

Sangattaqua Diangkat Jadi Ikon Baru Kemandirian Ekonomi Kutim