Sangattaqua Diangkat Jadi Ikon Baru Kemandirian Ekonomi Kutim

by
16 November 2025
507 views

SANGATTA — Di tengah persaingan ketat industri air minum dalam kemasan (AMDK), Sangattaqua pelan-pelan memantapkan posisi sebagai pemain lokal Kutai Timur yang tak bisa dipandang sebelah mata. Produk besutan Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim ini melaju kencang berkat kombinasi strategi bisnis dan kebijakan politik anggaran yang menyasar penguatan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menerapkan kebijakan wajib membeli dan menggunakan Sangattaqua di seluruh perangkat daerah. Regulasi internal ini bukan sekadar instruksi teknis, melainkan sinyal politik anggaran bahwa Pemkab serius menjadikan BUMD sebagai motor kemandirian ekonomi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, berulang kali menekankan bahwa Sangattaqua adalah simbol keberpihakan terhadap produk lokal. Ia menegaskan, kewajiban penggunaan AMDK produksi Perumdam TTB di setiap kegiatan pemerintahan merupakan langkah konkret mendukung usaha milik daerah. “Kalau pemerintah saja tidak memakai produk sendiri, bagaimana masyarakat mau percaya?” ujarnya dalam satu kesempatan.

Transformasi Perumdam TTB terlihat jelas. Dari yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan air bersih, perusahaan daerah itu kini mulai bermain di sektor komersial dengan logika bisnis yang lebih tajam. Sangattaqua diharapkan menjadi salah satu penopang tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang kemudian diputar kembali untuk mendanai program pembangunan.

Tak berhenti di lingkup birokrasi, Pemkab Kutim juga mendorong dunia usaha mengikuti langkah serupa. Perusahaan swasta yang beroperasi di Kutim dianjurkan menjadikan Sangattaqua sebagai pilihan utama konsumsi internal. Pola ini diharapkan membentuk ekosistem ekonomi lokal yang saling menguatkan antara pemerintah, BUMD, dan sektor swasta.

Di jalur distribusi, Perumdam TTB mulai membidik rak-rak minimarket, toko kelontong, hingga warung di kampung-kampung. Targetnya sederhana tapi menantang: Sangattaqua hadir di meja rapat pemerintah, di ruang tunggu kantor perusahaan, hingga di ruang tamu warga biasa. “Masyarakat harus merasa bangga ketika meneguk produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dari merek nasional,” kata Ardiansyah. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pesantren An-Nabawi Jadi Prioritas, Pemkab Kutim Mantapkan Dukungan untuk Mutu Pendidikan

Next Story

Desa Air di Kutim Disiapkan Jadi Sentra Baru Produksi AMDK