Kutim Eksperimen Pertanian Terpadu: Padi Terapung dan Ikan Bensaian di Desa Tepian Langsat

by
18 November 2025
578 views

BENGALON – Inovasi pertanian di Kutai Timur memasuki babak baru dengan uji coba sistem pertanian terpadu di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman menandai kegiatan ini dengan menanam padi terapung dan melepas ikan bensaian, menegaskan komitmen daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui teknologi adaptif.

Sistem padi terapung menggunakan media styrofoam yang dialasi pot tanah. Padi tumbuh di permukaan air, sementara ikan bensaian bergerak di bawahnya, menciptakan simbiosis yang saling menguntungkan. “Akar padi menjadi sumber makanan bagi ikan, sekaligus media pertumbuhan tanaman. Ini masih tahap uji coba, tapi potensi ekonominya besar,” kata Bupati Ardiansyah.

Kepala Desa Tepian Langsat, Zeky Hamzah, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar program ini berkembang. Menurutnya, model pertanian terpadu ini bisa menjadi sumber ekonomi alternatif yang memadukan perikanan dan pertanian, sekaligus memanfaatkan lahan basah yang selama ini kurang produktif.

Demplot padi terapung ini juga menjadi contoh nyata penerapan pertanian adaptif terhadap perubahan iklim. Bupati Ardiansyah berharap, jika berhasil, inovasi ini bisa diterapkan di desa lain di Kutai Timur. “Dari desa inilah, kemandirian pangan Kutim bisa dimulai,” ujarnya optimistis.

Kolaborasi antara pemerintah, desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Inovasi pertanian terpadu ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa melalui pemanfaatan sumber daya air secara maksimal.

Dengan model ini, Kutai Timur berpotensi menjadi pionir pertanian apung di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Perempuan Kepala Keluarga di Kutai Timur Didorong Mandiri melalui Program PEKA

Next Story

Pemetaan Talenta ASN Kutim, Fondasi Birokrasi Meritokrasi di Era IKN