Pemkab Kutim Evaluasi Infrastruktur Lewat Kunjungan Lapangan

by
20 November 2025
519 views

Muara Bengkal – Komitmen penyediaan sarana infrastruktur di wilayah Kabupaten Kutai Timur yang mempunyai kekhasan geografis tidak bisa dilakukan hanya di belakang meja. Pemimpin perlu meninjau langsung ke pelosok untuk mengerti keinginan dan kebutuhan masyarakatnya. Hal tersebut sangat dipahami duet kepemimpinan Bupati Ardiansyah dan Wakil Bupati Mahyunadi.

Beberapa waktu lalu, Wabup ditugaskan oleh bupati untuk meninjau langsung keadaan infrastruktur jalan kabupaten penghubung antarwilayah Kutim di pedalaman. Mulai dari Desa Senambah di Muara Bengkal, mampir ke Kantor Camat Muara Ancalong, berkunjung ke Desa Senyiur, hingga menembus Desa Long Bentuk di Kecamatan Busang. Jalan poros ini krusial. Ia menghubungkan belasan desa dengan akses ekonomi dan pelayanan publik.

Sejalan dengan bupati, Mahyunadi memang tak ingin hanya mengandalkan laporan birokrasi di kantor. Menurutnya, banyak masalah teknis baru ditemukan atau bahkan diberi solusi baru bila pejabat turun langsung. Rangkaian kunjungan ini akan berlangsung berurutan, menyisir jalur darat di pelosok yang sebagian belum layak dilalui kendaraan biasa. Jika tidak ada halangan, longsor, atau banjir, kemungkinan semua titik akan didatangi.

Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari manajemen pembangunan infrastruktur Kutim tahun berjalan dan menilik perencanaan tahun berikutnya. Tinjauan langsung ke lapangan menjadi evaluasi, apakah pembangunan sudah tepat sasaran, bagaimana yang kurang, atau justru ada yang luput dari laporan anak buah.

Kemajuan Kutim memang akan sangat dipengaruhi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Karena selama ini konektivitas menjadi salah satu masalah besar pembangunan ekonomi dan SDM di sana. Konektivitas yang baik akan membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, maupun untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/KP)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Program Pullet Sangatta, Saat Lahan Pascatambang Jadi Sumber Ketahanan Pangan

Next Story

Gotong Royong Perusahaan dan Pemkab Kutim Perbaiki Jalan Rusak