Ketua DPRD Kutim Apresiasi Antusiasme Warga, Sebut Kulinery Feast 2025 Momentum Kebangkitan Industri Hiburan Daerah

by
19 November 2025
506 views

Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Ketua DPRD Kutai Timur menilai suksesnya malam puncak Kutim Kulinery Feast 2025 yang menghadirkan Dewa 19 di GOR Kudungga sebagai momentum penting bagi kebangkitan industri hiburan lokal. Ia menyebut antusiasme ribuan warga menjadi bukti bahwa Kutim siap menjadi tuan rumah berbagai event besar tanpa harus bergantung pada kota lain.

Ia menilai penyelenggaraan festival ini sudah menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi antusiasme masyarakat yang memenuhi area kegiatan. Meski begitu, ia mengakui lokasi acara masih terlalu sempit untuk menampung jumlah pengunjung yang terus meningkat.

“Kita lihat memang agak cukup, masih terlalu sempit tempatnya. Jadi kita berharap ini lebih besar lagi, ke depan lebih meriah lagi supaya bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan tanpa harus pergi ke kota besar lain. Hal itu sekaligus menjadi indikator bahwa Kutim memiliki potensi besar untuk menggelar event berskala besar secara rutin. Ia menilai musik, kuliner, dan aktivitas publik lainnya bisa menjadi daya tarik yang menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi UMKM dan pelaku industri kreatif.

Ketua DPRD Kutim berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan konsep yang lebih matang. Ia menilai Kulinery Feast sudah menjadi langkah awal yang baik, dan ke depan tinggal diperbaiki dari sisi manajemen, penataan lokasi, serta kenyamanan pengunjung. Dengan dukungan masyarakat yang kuat, ia optimistis kegiatan serupa akan berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan meningkatkan daya tarik Kutai Timur sebagai pusat event di kawasan timur Kalimantan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pandi Widiarto: Kebijakan Tata Ruang Harus Dengar Suara Masyarakat

Next Story

Ketua DPRD Kutim: Kulinery Feast 2025 Berjalan Kondusif, Perluasan Area Jadi Evaluasi Utama