
Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Ketua DPRD Kutai Timur memastikan bahwa penyelenggaraan Kutim Kulinery Feast 2025 tidak menggunakan dana APBD, melainkan sepenuhnya dibiayai melalui sistem tiket berbayar dan kontribusi penyelenggara. Ia menegaskan bahwa anggaran daerah saat ini harus diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik, sehingga pemerintah perlu berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi bahwa APBD digunakan untuk kegiatan hiburan di tengah kondisi fiskal yang masih terbatas.
Ia mengatakan APBD Kutim saat ini masih harus difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas layanan publik. Karena itu, pemerintah harus berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif jika menggunakan APBD untuk kegiatan hiburan sementara pembangunan fisik belum berjalan linier.
“Kita juga takut disoroti ya, kalau misalnya menggunakan APBD pada acara begini, sementara belum berjalan linier dengan pembangunan infrastruktur,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengakui antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat besar, terutama pada tiket kategori VIP yang bahkan melebihi kuota. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa event hiburan memiliki pasar yang kuat di Kutai Timur dan dapat berkembang menjadi kegiatan rutin jika dikelola dengan benar. Minat masyarakat tersebut juga menunjukkan tingginya potensi perputaran ekonomi dari sektor hiburan dan UMKM.
Ketua DPRD Kutim berharap apabila kondisi APBD daerah sudah kembali stabil, pemerintah dapat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan event skala besar dengan dukungan anggaran resmi. Dengan begitu, kegiatan dapat digelar lebih meriah, lebih besar, dan menjangkau lebih banyak warga, sehingga manfaat ekonominya lebih merata.
“Kita berharap semuanya seimbang, selaras, sejalan, jadi pertumbuhan ekonomi itu bisa merata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa event hiburan seperti ini bukan hanya soal musik dan kuliner, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, panitia, dan pelaku UMKM, ia optimistis kegiatan mendatang akan memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi masyarakat Kutai Timur. (Adv)