Mahyunadi Buka UKW, Ingatkan Wartawan Jaga Profesionalisme dan Etika Publikasi

by
18 November 2025
470 views

Kaltim Point, Kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutim bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) di D’Lounge Hotel Royal Victoria, Selasa (18/11/2025).

Dalam sambutannya, Mahyunadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam melahirkan wartawan yang berkompeten, berintegritas, serta mampu memberikan informasi yang menyejukkan bagi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan media saat ini menghadirkan tantangan besar bagi insan pers. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga memastikan akurasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.

Mahyunadi menilai bahwa jurnalisme modern sering kali terjebak dalam tekanan klik dan sensasi, sehingga memerlukan penguatan etika dan profesionalisme.

“Kami tidak ingin ada pemberitaan yang menimbulkan perpecahan atau framing negatif yang merugikan banyak pihak. Media harus hadir membawa kebaikan,” tegas Mahyunadi.

Lebih jauh, Mahyunadi mengingatkan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik dan menjaga kesehatan demokrasi.

Menurutnya, perbedaan antara sikap kritis dan provokatif kerap kali tipis, sehingga diperlukan kedewasaan dalam menyajikan informasi, terutama terkait isu sensitif yang berdampak luas pada masyarakat.

“Pers adalah mitra penting pemerintah dalam menyampaikan informasi objektif dan berimbang. Kritis itu perlu. Tapi jangan sampai bergeser menjadi provokatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kehadirannya di UKW tetap ia paksakan meski dirinya juga sedang sakit dan memiliki agenda lain. Menurutnya, dukungan kepada insan pers merupakan komitmen moral yang penting dijaga.

Ia berharap penyelenggaraan UKW tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi sarana pembentukan wartawan yang benar-benar berdaya saing dan profesional.

Mahyunadi juga menekankan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk memverifikasi setiap informasi yang diterima.

Ia meminta agar insan pers tidak terburu-buru dalam mempublikasikan berita, terutama jika sumber informasi belum jelas atau berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Prinsip check and recheck menurutnya harus kembali diperkuat.

Dengan dibukanya UKW secara resmi, Mahyunadi berharap agenda ini dapat menjadi momentum peningkatan kualitas jurnalistik di Kutim.

Ia meyakini bahwa wartawan yang kompeten dan beretika akan menjadi mitra penting dalam menjaga ruang informasi tetap sehat, sekaligus memperkuat transparansi pembangunan daerah.

Melalui pemberitaan yang edukatif dan menyejukkan, media diharapkan turut memperkuat persatuan dan mendukung kemajuan Kutim.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Dengan Bahan Baku Melimpah, Produk Pisang Kaliorang Mampu Gerakkan Ekonomi Warga

Next Story

DPRD Kutim Dorong Efisiensi Anggaran, dr. Novel Paembonan: “Jangan Hanya Ramai Seremoni, Sepi di Dampak”

Don't Miss