Kaltim Point – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi dalam rangka Pembinaan dan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran Ormas dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, terutama mengingat Kutai Timur merupakan wilayah dengan jumlah Ormas terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam laporannya, Kepala Kesbangpol Kutai Timur, Tejo Yuwono mengungkapkan bahwa berdasarkan rekap data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kutai Timur merupakan daerah dengan jumlah Organisasi Kemasyarakatan terbanyak di antara 10 kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Timur.
Hingga tahun berjalan, total terdapat 372 organisasi yang terdaftar di Kutim.
Rinciannya, sebanyak 312 Ormas terdaftar pada Kementerian Hukum dan HAM, sementara 60 Ormas lainnya terdaftar melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Kemendagri.
“Jumlah ini menunjukkan potensi besar dalam dinamika dan partisipasi masyarakat di Kutai Timur, sekaligus menuntut adanya pembinaan dan pemberdayaan yang sistematis,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Antusiasme Ormas untuk mengikuti kegiatan pembinaan ini terbilang tinggi, bahkan sampai Kesbangpol kewalahan karena banyak yang protes tidak diundang lantaran keterbatasan anggaran.
Sosialisasi tersebut mengusung tema ‘Sinergi Pemerintah dan Ormas dalam Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Daerah untuk Mewujudkan Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing’.
Pihaknya menekankan bahwa besarnya jumlah Ormas di Kutai Timur harus diarahkan menjadi kekuatan positif.
Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan Ormas yang lebih tertib administrasi, aktif, produktif, dan berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
“Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Kutai Timur memiliki potensi besar dalam dinamika dan partisipasi masyarakat, sekaligus menuntut adanya pembinaan yang berarah, pemberdayaan yang sistematis, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan Ormas,” pungkasnya. (Adv)