Upacara Hari Guru Nasional, Bupati Kutim Sampaikan Pidato Mendikdasmen RI 

by
25 November 2025
522 views

Kaltim Point, Kutim – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menjadi pembina upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di lapangan upacara Kantor Bupati, Bukit Pelangi, Sangatta.

Ardiansyah menyampaikan pidato dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) pada saat mengisi amanat upacara.

Dalam pidatonya, Ardiansayh sampaikan bahwa Mendikdasmen RI memberikan beberapa pesan agar seluruh murid menghormati guru.

“Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu.

Terima kasih Bapak dan ibu guru atas semua dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. Teruslah mengabdi untuk negeri,” tegasnya menyampaikan pidato Mendikdasmen RI, Selasa (25/11/2025).

Lanjutnya, di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat. Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis dimana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material.

Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum.

Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid. Untuk melindungi para guru, Mendiksasmen RI telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Dimana isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.

“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia,” imbuhnya.

Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya.

Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka.

Untuk tugas mulia itu, idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan.

“Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri. Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Keabadian Ikatan Guru dan Murid Ditegaskan Bupati Ardiansyah dalam Peringatan HGN 2025 di Kutim

Next Story

Rusmiati Tegaskan Komitmen Bangun Sangatta Selatan Berkelanjutan

Don't Miss