SANGATTA – Karakteristik wilayah Kutai Timur yang membentang luas mendorong pemerintah daerah terus memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan. Salah satu langkah yang kini dipercepat ialah persiapan pembangunan RSUD Muara Wahau melalui penyusunan studi kelayakan pada 2026.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari strategi menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat di kawasan pedalaman dan perbatasan. Menurutnya, rumah sakit penyangga sangat dibutuhkan mengingat jarak menuju rumah sakit utama di Sangatta relatif jauh.
Ia menjelaskan Pemkab sebelumnya telah membangun RSUD Sangkulirang dan RSUD Muara Bengkal. Pembangunan berikutnya diarahkan ke Muara Wahau yang dinilai memiliki perkembangan ekonomi dan jumlah penduduk yang terus meningkat.
Selain menjadi sentra perkebunan, kawasan Muara Wahau juga diproyeksikan berkembang seiring bertambahnya aktivitas industri. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.
Ardiansyah menambahkan rumah sakit tersebut nantinya tidak hanya melayani masyarakat Muara Wahau dan Kombeng, tetapi juga warga Kabupaten Berau yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut. Lokasinya di jalur perlintasan menuju Kutim membuat keberadaan rumah sakit semakin strategis.
Untuk mendukung rencana itu, Dinas Kesehatan Kutim menggandeng Universitas Mulawarman menyusun feasibility study sebagai dasar perencanaan. Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menyebut kajian akan memastikan seluruh aspek pembangunan telah memenuhi ketentuan.
Perwakilan Unmul, Ratno Adrianto, mengatakan tim akan melakukan survei lapangan guna menilai kondisi lokasi, aspek perizinan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Pemkab berharap hasil studi tersebut menjadi pijakan bagi pembangunan RSUD Muara Wahau sehingga pemerataan layanan kesehatan di Kutai Timur dapat semakin optimal. (ADV/ProkopimKutim/KP)