
Kutai Timur, Kaltimpoint.com – Anggota DPRD Kutai Timur dari Partai Gelora, H. Shabaruddin, S.Ag., menegaskan pentingnya peran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur dalam membangun generasi muda yang unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga olahraga dan kewirausahaan. Ia menyambut baik program Dispora Kutai Timur yang berencana membentuk kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP sebagai wadah pengembangan talenta sejak dini.
Menurut Shabaruddin, pembentukan kelas khusus olahraga merupakan langkah strategis yang bisa menjadi model pembinaan atlet di tingkat daerah. Ia menilai Dispora Kutai Timur memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai lembaga teknis yang mengurusi kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia muda yang produktif dan berdaya saing.
“Dispora Kutai Timur juga harus memperhatikan para pemuda di bidang kewirausahaan agar mereka bisa mengembangkan skill-skill wirausaha,” katanya.
Politisi Gelora asal Dapil 5 itu mengungkapkan bahwa sejauh ini masih banyak kendala yang dihadapi dalam pembinaan atlet muda, salah satunya terkait izin sekolah saat siswa mengikuti kompetisi. Banyak kepala sekolah, kata dia, yang belum memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga karena alasan bentrok dengan jadwal akademik.
“Setiap ada anak-anak yang berbakat di bidang olahraga, masih banyak kepala sekolah yang tidak memberikan izin karena alasan jadwal akademik yang harus dijalani,” jelasnya.
Selain itu, Shabaruddin menilai masih ada pandangan konservatif di kalangan orang tua yang lebih mengutamakan akademik daripada potensi anak di bidang olahraga. Padahal, menurutnya, prestasi olahraga juga dapat menjadi jalan masa depan yang cerah jika dikelola dengan baik.
“Dispora berencana untuk mengadakan kelas khusus untuk olahraga. Anggarannya akan didukung oleh Dispora Kutai Timur, baik itu bagi gurunya maupun pemenuhan gizi anak-anak selama kelas khusus olahraga berjalan,” ujarnya menjelaskan.
Program kelas khusus ini, lanjut Shabaruddin, akan difokuskan pada jenjang SD dan SMP karena masih menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Para siswa yang memiliki bakat olahraga nantinya akan diarahkan masuk ke kelas tersebut agar pembinaannya lebih terarah dan berkelanjutan.
“Ini adalah program baru, semoga Dispora Kutai Timur kita bisa menjadi rujukan parameter untuk pembangunan bidang olahraga dan pemuda di Kalimantan Timur,” tutup Shabaruddin dengan optimis. (ADV)